Jangan Ada Ketimpangan Pembangunan JLLT dan JLLB

Dewan Beri Kritik ke Pemkot Surabaya
25 Januari 2023, 11:08:21 WIB

JawaPos.com- DPRD Surabaya akan menggelar hearing dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Dalam pertemuan itu, dewan meminta DPRKPP memaparkan capaian pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang dinilai lambat.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menegaskan, tidak ada alasan bagi pemkot untuk menunda pembangunan infrastruktur itu. Sebab, di sisi lain, capaian pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) di Surabaya Barat sangat signifikan. Sementara progres JLLT minim.

”Jangan sampai ada ketimpangan antara JLLT dan JLLB,” katanya kemarin (24/1).

Ghoni menyebut, JLLT dan JLLB sama-sama penting. Keduanya akan menopang kelancaran mobilitas warga. Operasional keduanya juga akan menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru di metropolis. ”Maka, saya minta pembangunan ini (JLLT dan JLLB, Red) harus ada pemerataan,” tegas Ghoni.

Tahun ini, sambung dia, DPRD melalui badan anggaran (banggar) sudah sepakat mengalokasikan anggaran pembebasan lahan JLLT. Nilainya Rp 200 miliar. Dia meminta instansi terkait untuk gerak cepat melakukan pembebasan lahan. Khususnya lahan milik warga yang masuk dalam rencana trase atau sumbu JLLT. ”Jangan sampai alokasi anggaran tidak diserap dengan maksimal,” paparnya.

Kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan JLLT memang terbilang besar. Jika mengacu sumbu rencana awal, jelas Ghoni, total anggaran yang dibutuhkan untuk lahan mencapai Rp 7 triliun. ”Tentu ini anggaran besar. Maka, pembebasan lahan ini dilakukan bertahap,” tegas politikus PDIP itu.

Buchori Imron, anggota komisi C lainnya, menilai pemkot tidak serius dalam membangun JLLT. Itu terlihat dari ketimpangan pembangunan antara JLLT dan JLLB. Padahal, rencana pembangunan infrastruktur itu dilakukan sejak era pemerintahan wali kota sebelumnya. ”Jangan sampai APBD hanya habis untuk wilayah barat. Sementara pengembangan timur masih minim,” papar Buchori.

Di sisi lain, rencana trase pembangunan JLLT masih menuai perdebatan. Komisi C kurang sreg dengan sumbu jalan saat ini yang melintasi kawasan padat penduduk. DPRD ingin sumbu jalan digeser ke tepi laut menyusuri kawasan lindung pantai timur Surabaya (pamurbaya). Selain hemat biaya pembebasan lahan, juga mewujudkan konsep waterfront city.

Nah, untuk mencapai target itu, dewan akan memanggil dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP).

ARTI PENTING JLLT:

  • Meningkatkan mobilitas warga dan distribusi logistik
  • Menambah konektivitas antarwilayah
  • Terbukanya kawasan bisnis dan ekonomi baru
  • Menghubungkan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda

Dorongan DPRD

  • Mempercepat pembebasan lahan
  • Menggeser sumbu JLLT ke pamurbaya
  • Mengebut pengerjaan fisik

Keterangan:

  • -JLLT memiliki panjang sekitar 16,8 kilometer

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : mar/c17/aph

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads