Angka Kecelakaan Mengerikan, Dishub Gresik Panggil Pengusaha Truk

25 Januari 2023, 21:08:36 WIB

JawaPos.com- Angka kecelakaan di wilayah hukum Gresik terbilang tinggi. Bahkan, cukup mengerikan. Pemkab pun turut memberikan atensi serius. Dari hasil evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub), salah satu penyebab kecelakaan itu adalah kelalaian pengendara.

Sejumlah pengusaha truk pun akan dipanggil sebagai salah satu upaya untuk bersama-sama dapat menekan angka kecelakaan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Pemkab Gresik Suudin mengatakan, sepanjang 2022 setidaknya ada sebanyak 1.020 kecelakaan di jalanan Gresik. Sebanyak, 240 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut pada 2022 lalu.

Mayoritas disebabkan karena kelalaian pengendara. Sebagian besar dari korban adalah pengendara roda dua. Namun, pihaknya berencana melakukan sosialisasi kepada para pengusaha angkutan untuk bersama-sama tertib di jalan raya. ”Iya, pemilik truk-truk itu akan kami panggil untuk kami beri arahan,” ucapnya.

Ketertiban operasional truk atau kendaraan berat, baik tentang jam operasional maupun tonasenya, bisa memperkecil potensi angka kecelakaan. Sejatinya, pada saat aktivitas padat atau jam-jam sibuk, truk-truk bertonase di atas 10 ton dilarang melintas di jalanan Gresik. Apabila truk tetap melintas, tentunya menambah beban jalan semakin padat.

”Seperti di pagi hari atau saat jam pulang kerja, jika banyak truk, otomatis pengendara roda dua menjadi rawan ketika saling menyalip. Nanti kami beri arahan,” ujarnya.

Begitu pula, lanjut Suudin, truk dengan overdimension dan overload (ODOL) yang melaju di bawah kecepatan rata-rata. Akibatnya, menimbulkan penumpukan di jalan. ”Ini sebagai upaya menurunkan kecelakaan di ranah kami ini. Akan kami panggil para pengusaha angkutan tersebut,” imbuh dia.

Bersama pihak terkait terutama Satlantas, pihaknya juga ingin dapat mengendalikan arus lalu-lintas pada jam rawan di Kota Pudak. Dari data, rata-rata kecelakaan banyak terjadi ketika jam-jam rawan, di mana jalanan sangat padat pengendara. ”Minggu ini paling tidak akan kami beri imbauan,” tegas Suudin.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son/c9/diq

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads