alexametrics

Sepakat Usung Machfud Arifin, Koalisi Mulai Ramai soal Bacawawali

Gerindra Usulkan Dua, PKS Sorongkan Lima Nama
25 Januari 2020, 14:48:38 WIB

JawaPos.com – Sejumlah parpol di Surabaya memang sudah sepakat berkoalisi untuk mengusung cawali Machfud Arifin. Namun, untuk kemudian bisa permanen, koalisi baru itu harus menjalani tes yang tak mudah. Yakni, penentuan nama yang akan diusung bersama untuk mendampingi mantan Kapolda Jatim tersebut.

Sejumlah partai tentu ingin menjadikan kader atau nama yang diusungnya untuk menjadi wakil. Permasalahannya, dengan banyak partai, bisa jadi menentukan pendamping cawali akan sangat alot. Lobi politik harus menemukan titik temu di antara banyak kepentingan tersebut.

Hal itu sudah terlihat ketika Gerindra mengusulkan dua nama menjadi bakal calon L2. Yakni, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zahrul Azhar As’ad dan dokter Gamal Albinsaid.

Ketua DPC Gerindra Surabaya Bagio Fandi Sutadi mengatakan, posisi wali kota sudah jelas untuk Machfud. ”Memang belum resmi, tapi kemungkinan besar beliau,” katanya. Hanya, Sutadi mengatakan bahwa biasanya rekomendasi yang dikeluarkan DPP satu paket. Jadi, bukan satu nama bacawali saja.

Sutadi menampik bahwa partainya mencoba bargaining kepada partai lain. Sebab, meski sama-sama memiliki lima kursi di parlemen, suara Gerindra masih kalah jika dibandingkan dengan PKB. Dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 kemarin, PKB meraih 153.509 suara, sedangkan Gerindra 128.016 suara.

Menurut Sutadi, nama Gus Hans dan dokter Gamal hanya opsi. Sosok yang bakal mengisi posisi wakil wali kota tentu akan dibahas bersama mitra koalisi. ”Saya kira masih sangat cair. Kami tidak terburu-buru untuk mencari sosok yang dianggap terbaik,” terangnya.

Sementara itu, PKS tampaknya segera menyusul partai lain untuk bergabung dalam koalisi yang dibentuk Machfud. Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan mengakui bahwa dirinya telah bertemu dengan Machfud belum lama ini. ”Memang benar kami bertemu, setelah itu kami tugaskan teman-teman yang di Surabaya segera berkoordinasi,” ujar Irwan kemarin (24/1).

Irwan mengatakan, PKS harus berkoalisi jika ingin berpartisipasi di pilwali. Sebab, PKS hanya memiliki 5 kursi. Padahal, syarat minimal mengusung pasangan calon (paslon) adalah 10 kursi. Karena itu, dia melihat koalisi dengan parpol yang mengusung Machfud sangatlah terbuka.

Selain menyerahkan proses komunikasi ke DPD PKS Surabaya, Irwan mengatakan bahwa semua keputusan bakal ditentukan DPP. Saat ini PKS masih dalam tahap mengenalkan lima kader terbaik dari internal partai.

Mereka yang lolos tahap seleksi pemira itu adalah Kabid Kepemudaan DPW PKS Jatim Achmad Zakaria, Ketua Umum DPD PKS Surabaya Akhmad Suyanto, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jatim Ahmad Jabir, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti, dan anggota DPR Sigit Sosiantomo.

Nama Reni disebut-sebut menjadi kandidat terkuat. Sinyal itu muncul saat Presiden PKS Sohibul Iman datang ke Surabaya Agustus tahun lalu. Saat menghadiri acara pembekalan anggota DPRD PKS terpilih se-Jatim, Sohibul mengaku telah mencatat nama Reni dan sudah mendengar kiprah wakil ketua DPRD Surabaya itu.

Reni menegaskan bahwa PKS belum menentukan kader internal yang bakal diajukan. Menurut dia, peluang lima kader yang lolos pemira sama-sama besar. Masing-masing harus menyosialisasikan status sebagai bakal calon wali kota untuk mengerek popularitas dan elektabilitas masing-masing.

”Nanti yang menentukan rekomendasi adalah pimpinan pusat dengan dasar hasil survei,” ujar mantan anggota komisi D dan A itu.

Machfud Kembalikan Formulir

Penjaringan bakal calon wali kota (bacawali) di Partai Demokrat benar-benar berjalan singkat. Hari ini (25/1) panitia resmi menutup pendaftaran. Hanya ada dua orang yang sudah mengambil formulir. Dua kandidat itu adalah Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans dan mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin.

Kemarin (24/) salah seorang relawan Gus Hans mendatangi Kantor DPC Demokrat di Jalan Tenggilis Mejoyo untuk mengembalikan formulir. Machfud ternyata sudah mengambil formulir pada hari pertama. ’’Ini tadi (kemarin malam, Red) beliau (Machfud, Red) sudah mengembalikan formulir,’’ ujar Ketua Tim Penjaringan Bacawali DPC Demokrat Muchammad Machmud.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya itu mengatakan, Machfud mengambil formulir pada Kamis malam (23/1). Sama dengan Gus Hans, ada utusan yang mengambilkan berkas pendaftaran. ’’Besok (hari ini, Red) sudah ditutup,’’ katanya.

Machmud menyatakan tidak ingin berlama-lama membuka penjaringan. Sebab, partai masih harus menyosialisasikan kandidat yang mendaftar. Baik ke kader, pengurus, maupun masyarakat.

Tadi malam Machfud mengunjungi kantor DPC Demokrat. Selain mengembalikan berkas pendaftaran, pensiunan jenderal bintang dua itu bersilaturahmi dengan para kader dan pengurus. ’’Ini bagian dari penjajakan yang memang harus dilakukan,’’ kata Machfud ketika dikonfirmasi.

Dalam pertemuan tersebut, Machfud memaparkan gagasannya untuk membangun Surabaya. Menurut dia, banyak persoalan yang masih harus diselesaikan. Mulai urusan pendidikan, kesehatan, sampai transportasi. ’’Prinsipnya, kami ingin bersama-sama membangun Surabaya yang sudah baik ini menjadi lebih baik,’’ tuturnya

Problem – problem koalisi:

– Penentuan bacawawali, karena setiap partai punya kepentingan.

– Penentuannya cukup ketat. Lobi-lobi harus memberikan konsesi politik tertentu. Sebab, sangat jarang parpol memberikan rekomendasi secara cuma-cuma.

– Beda dengan presiden yang bisa memberikan jatah menteri, untuk tingkat wali kota, bisa repot penentuan konsesi politiknya.

– Saat running kampanye, koordinasi justru sulit dilakukan jika terlalu gemuk. Bisa jalan sendiri-sendiri.

– Pembagian jatah untuk saksi bisa menjadi problem tersendiri karena melibatkan perputaran uang politik yang tinggi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/sal/c6/c15/ano



Close Ads