Sudah Dilarang, Pedagang Pasar Tradisional Masih Pakai Kantong Plastik

24 November 2022, 16:39:05 WIB

JawaPos.com- Pemkot Surabaya menerapkan larangan kantong plastik sejak Maret 2022. Aturan tersebut diaplikasikan di berbagai lokasi. Mulai pasar tradisional, pasar swalayan, hingga pusat perbelanjaan. Setelah hampir delapan bulan, penerapannya belum berjalan 100 persen.

Koordinator Komunitas Nol Sampah Hermawan Some mengatakan, ketaatan tanpa kantong plastik berbeda-beda tiap kalangan. Pada toko besar jaringan nasional, ketaatan mereka mencapai 100 persen.

”Supermarket, minimarket, dan toko yang jaringan besar ini taat sekali. Karena tanpa kantong plastik, mereka bisa hemat biaya operasional,” katanya kemarin (23/11).

Namun, toko-toko kecil punya ketaatan lebih rendah. Konter-konter kecil dan menengah yang sudah menjalankan sekitar 60 persen. ”Ini contohnya minimarket tanpa jaringan nasional ya,” tambahnya.

Beda lagi dengan konter di dalam pusat perbelanjaan modern, banyak pula toko yang masih menyediakan kantong plastik. ”Kalau dari pantauan kami, toko di mal bisa di bawah 50 persen saja yang menerapkan,” jelas dia. Angka tersebut juga berlaku bagi restoran.

”Nah, yang paling rendah memang pasar tradisional. Belum banyak berjalan di sana,” imbuhnya.

Wawan –sapaannya– mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam penerapan aturan tanpa kantong plastik itu. Pasar tradisional di bawah naungan PD Pasar Surya dinilai belum banyak berpartisipasi dalam penerapan aturan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, tim satgas masih berjalan hingga saat ini. ”Memang peninjauan kini dilakukan berkala. Tidak seketat pada awal penerapan. Karena kesibukan satgas juga, banyak program yang berjalan saat ini,” jelasnya.

Namun, pihaknya sudah mengeluarkan teguran tertulis bagi pengelola yang bandel. Meski tak menyebutkan jumlah pasti, Hebi mengatakan bahwa teguran tersebut banyak diberikan kepada pengelola restoran. ”Ini terjadi karena mereka masih bingung alternatif wadah. Terutama untuk menu-menu yang berkuah,” ucapnya.

Hebi juga mengakui penerapan di pasar tradisional dan pedagang kaki lima (PKL) belum optimal. ”Nah, ini yang perlu dilanjutkan penerapan dan pemantauannya,” imbuhnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : dya/c7/may

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads