Sita Sabu-Sabu dan Ekstasi Senilai Rp 43,5 Miliar dari Tujuh Tersangka

24 November 2022, 20:10:47 WIB

JawaPos.com – Dua sindikat pengedar narkoba internasional dibongkar polisi. Total barang bukti dari tujuh tersangka yang ditangkap adalah 36 kilogram sabu-sabu dan 15.056 butir pil ekstasi. Harganya di pasar gelap diperkirakan mencapai Rp 43,5 miliar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menyatakan bahwa sindikat itu mendapat suplai narkoba dari bandar di dua negara. Yakni, Malaysia dan Laos. ’’Berbeda kelompok, tetapi pasarnya sama-sama,” ujarnya, Selasa (23/11).

Kasus pertama diungkap jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pada 18 Oktober lalu. Mereka meringkus dua kurir di Palembang. Masing-masing berinisial SU dan SDC. Keduanya disergap ketika akan mengirim sabu-sabu ke Surabaya.

Toni menjelaskan, aktivitas mereka terendus dalam pengembangan kasus yang pernah diungkap Maret lalu. SU dan SDC terdeteksi sedang berusaha menyelundupkan narkoba ke Kota Pahlawan.

’’Komplotannya sudah ditangkap lebih dulu,” terangnya.

Upaya memburu keduanya membuahkan hasil. Mereka diketahui menginap di sebuah hotel di Palembang. Dalam penggerebekan, petugas menemukan 26 kilogram sabu-sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi. Barang terlarang itu tersimpan dalam sebuah tas.

Dalam pemeriksaan, keduanya menyebut narkoba itu diambil dari hotel lain. Mereka berdalih tidak mengenal pengirimnya. SU dan SDC beralasan hanya diperintah AA, bosnya yang belum tertangkap. Mereka dijanjikan upah Rp 100 juta untuk membawa tas berisi narkoba tersebut ke Kota Pahlawan.

Menurut Toni, sabu-sabu yang disita identik dengan jaringan Malaysia. Sebab, narkoba berbentuk butiran kristal tersebut dibungkus dalam kemasan teh beraksara Mandarin. Jenderal bintang dua itu menambahkan, sindikat kedua diringkus jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim awal bulan lalu. Lima orang ditangkap di Jakarta dan Surabaya. Yakni, HK, MR, AI, SG, dan MT.

Direskoba Polda Jatim Kombespol Arie Ardian Rishadi menyampaikan, kasus itu terungkap setelah pihaknya mendeteksi pengiriman sabu-sabu dari Laos ke Surabaya melalui jalur udara.

’’Adapun lokasi pengiriman ke Surabaya dan Jakarta,” katanya.

Jajarannya kemudian menyaru sebagai petugas jasa ekspedisi. Di Jakarta, paket diterima HK dan MR di parkiran sebuah mal. Sementara itu, paket dengan alamat tujuan Surabaya diambil AI, SG, dan MT di Jalan Mayjen Sungkono.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads