Seleksi Masuk PTN Berubah, Sekolah-Sekolah Mulai Bersiap

24 November 2022, 16:13:50 WIB

JawaPos.com- Perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru pada seleksi nasional berdasar tes (SNBT) membuat sekolah mulai menyiapkan strategi. Salah satunya, memberikan tambahan penguatan materi skolastik kepada siswa kelas XII.

Wakil Kepala SMAN 16 Surabaya Bidang Humas Ridwan mengatakan, salah satu yang paling terlihat perubahan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru adalah jalur SNBT. Yakni, dihapusnya tes kemampuan akademik (TKA). Jadi, nanti yang diujikan hanya tes potensi skolastik (TPS).

’’Setelah mendapatkan informasi terkait perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru, kami langsung menyosialisasikan kepada wali murid dan siswa,” kata Ridwan kepada Jawa Pos kemarin (23/11).

Ridwan menuturkan, pada Oktober para guru sudah memberikan tambahan bimbingan belajar (bimbel) untuk penguatan materi pelajaran akademik. Kemudian, bulan ini sudah dimulai pemberian tambahan bimbel di luar jam pelajaran khusus penguatan kemampuan skolastik. ’’Sekolah juga sudah lebih awal menyiapkan anak-anak untuk menghadapi SNBT. Ada juga yang ikut bimbel di luar sekolah,” tutur dia.

Dalam pemberian tambahan bimbel tersebut, lanjut dia, sekolah menggandeng lembaga bimbel dari luar untuk penguatan materi skolastik. Tujuannya, mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi berbahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. ’’Saat ini kami fokuskan pada skolastik saja. Sebab, yang diujikan nanti hanya TPS,” ujarnya.

Sementara itu, penguatan akademik diberikan hanya pada saat pembelajaran di kelas. Apalagi, untuk kelas XII tidak ada ujian nasional, hanya ujian sekolah. ’’Materi akademik tetap kami berikan karena nanti sejumlah kampus negeri pada jalur mandiri masih menggunakan tes kompetensi akademik. Namun, bukan pada jam tambahan pelajaran,” katanya.

Ridwan menambahkan, ada sedikit kekhawatiran yang dirasakan sekolah ketika ada aturan penghapusan TKA dalam materi ujian SNBT. Salah satunya, siswa menjadi lebih bebas memilih program studi (prodi) saat SNBT. Baik siswa jurusan IPA maupun IPS. ’’Takutnya, anak jadi tidak fokus dan malah coba-coba masuk prodi lintas jurusan yang diambil di sekolah,” ujarnya.

Karena itu, sekolah saat ini mengerahkan guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas untuk memberikan pendampingan kepada siswa lebih intens. Tujuannya, siswa tidak salah pilih prodi.

’’Karena di semua jurusan, baik IPA maupun IPS, yang diujikan hanya TPS. Tidak ada pengelompokan bidang lagi. Jadi, siswa harus memilih prodi sesuai dengan potensinya,” imbuhnya.

Ridwan menambahkan, sekolahnya juga akan menghadirkan psikolog untuk mengukur kemampuan dan potensi siswa. Dengan begitu, siswa bisa memiliki pandangan prodi apa saja yang bisa diambil sesuai dengan kemampuan dan potensinya. ’’Dalam waktu dekat kami mengadakan tes psikologi untuk siswa kelas XII,” ujarnya.

PERSIAPAN SEKOLAH UNTUK SNBT

  • Memberikan tambahan bimbingan belajar yang berfokus pada tes potensi skolastik (TPS).
  • Menggandeng bimbel dari luar.
  • Guru BK dan wali kelas secara intens memberikan pendampingan kepada siswa agar tidak salah memilih prodi. Diharapkan, jurusan yang diambil di sekolah dengan prodi yang dipilih tetap linier.
  • Sekolah akan mengadakan tes psikologi untuk mengetahui kemampuan dan potensi siswa. Tujuannya, siswa bisa memilih prodi sesuai potensinya.

Sumber: SMAN 16

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : ayu/c7/ai


Close Ads