Pemprov Jatim Ajukan Pengelolaan 11 Pelabuhan Pengumpan Regional

24 November 2022, 17:48:45 WIB

JawaPos.com – Sejumlah strategi digulirkan pemprov untuk memaksimalkan koneksitas antarwilayah via jalur laut. Terakhir, instansi itu mengajukan usulan pengelolaan seluruh pelabuhan pengumpan di wilayah Jatim ke pusat.

Selain itu, pemprov juga segera membenahi pelabuhan pengumpan yang sudah dikelola provinsi. ”Kami sudah mengajukan ke pusat agar 11 pelabuhan pengumpan regional diserahkan dan dikelola oleh provinsi,’’ ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono kepada Jawa Pos.

Menurut dia, pengalihan pengelolaan seluruh pelabuhan itu dianggap penting. Tujuannya, pemprov bisa memaksimalkan koneksitas antardaerah di Jatim lewat jalur laut. ”Terutama memberikan multiplier effect terhadap kegiatan ekonomi,” katanya.

Sejauh ini, dari 15 pelabuhan pengumpan regional di Jatim, empat di antaranya sudah dikelola oleh pemprov mulai 2022. Yakni, Pelabuhan Kangean, Sapeken, serta Masalembu di Sumenep; serta Pelabuhan Bawean di Gresik. Sebelas pelabuhan lainnya masih dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dari empat pelabuhan yang dikelola pemprov, dua di antaranya tengah dibenahi. Yakni, Masalembu dan Bawean. ”Dua pelabuhan ini segera diperluas kapasitasnya. Agar kapal dengan ukuran lebih besar bisa bersandar,” katanya.

Anggaran pengembangan dua pelabuhan itu sudah disiapkan. Untuk Masalembu, tahun ini pemprov sudah menyiapkan dana Rp 10 miliar. Targetnya, pelabuhan itu bisa menampung kapal-kapal dengan berat di atas 1.000 dwt. ”Kapal-kapal ini memungkinkan untuk berlabuh saat gelombang mencapai 2 meter,” katanya.

Perluasan kapasitas pelabuhan juga bisa membuat kapal lebih intens bersandar. Dari sebelumnya seminggu sekali bisa menjadi dua kali dalam seminggu. Ekonomi masyarakat pun bisa lebih terangkat.

Pengembangan juga tengah berlangsung di Pelabuhan Bawean. Targetnya, akhir tahun ini bisa dibuat bersandar kapal berkapasitas 5.000 dwt. Pelabuhan itu juga diproyeksikan bisa disinggahi kapal-kapal besar yang berlabuh di Surabaya. ”Akan meningkatkan perekonomian. Sekaligus promosi wisata,’’ katanya.

Untuk peningkatan kapasitas Bawean itu, Jatim menganggarkan Rp 6 miliar. Lebih kecil dibandingkan Masalembu karena proyek Bawean merupakan lanjutan dari proyek sebelumnya.

PENGEMBANGAN PELABUHAN PENGUMPAN JATIM

Pelabuhan Bawean (Gresik)

– Proyek ini berlangsung sejak tahun anggaran 2021 dan ditargetkan selesai akhir 2022. Tahun ini dialokasikan dana Rp 7 miliar.

– Lewat pengembangan ini, Pelabuhan Bawean diproyeksikan bisa disinggahi kapal berkapasitas 5.000 dwt.

Pelabuhan Masalembu (Sumenep)

– Pemprov menyiapkan dana Rp 10 miliar pada tahun anggaran 2022.

– Lewat pengembangan tersebut, Pelabuhan Masalembu diproyeksikan bisa menampung kapal-kapal dengan berat di atas 1.000 dwt.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c6/ris

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads