Wawali Surabaya Sebut Tak Masalah Pencitraan Selama untuk Kebaikan

24 November 2022, 21:09:38 WIB

JawaPos.com-Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji menilai pencitraan itu baik asal dilakukan dengan cara yang baik dan untuk kebaikan serta menjadi contoh atau tauladan yang baik buat masyarakat.

“Adik-adik mahasiswa ini calon pemimpin semua baik itu pemimpin di tingkat kampusnya, lingkungan maupun keluarganya,” kata Armuji saat memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa di acara Talkshow Leadership dan Kepemudaan yang digelar di Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (24/11).

Cak Ji panggilan lekatnya, menceritakan sedikit perjalanan politiknya mulai dari desainer atau arsitek hingga akhirnya masuk dunia politik yang mengantarkan menjadi anggota DPRD Surabaya, Ketua DPRD Surabaya hingga akhirnya menjadi Wakil Wali Kota Surabaya.

“Saya jadi wakil wali kota tidak ujug-ujug atau langsung jadi, melainkan melalui proses yang panjang. Saya juga sempat menjadi aktivis jalanan saat masih mahasiswa,” kata Cak Ji.

Cak Ji mengatakan, menjadi pemimpin kalau tidak terkenal biasanya tidak diperhitungkan. “Kayak kemarin saya didemo warga karena pencitraan. Saya katakan pencitraan itu baik. Itu juga memberikan contoh bagi warganya,” ujar dia.

Menurut Cak Ji, saat ini kalau menjadi pemimpin tidak harus dari keturunan atau memiliki darah biru. Semua orang, lanjut dia, memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjadi pemimpin.

“Saya sendiri bukan dari keluarga berada atau keturunan darah biru. Bapak saya itu tukang bangunan. Setelah lulus kuliah saya jadi desainer. Saat itu saya ikut orang menjadi tukang borong. Baru setelah itu masuk politik,” kata dia.

Ketua Umum DPP Indonesia Youth Economic Society (Inayes) Aldi Prastianto mengatakan, kisah perjalanan Wawali Armuji cukup inspiratif yakni dimulai dari nol hingga akhirnya menuju kesuksesan.

“Kalau meraih ilmu hanya di sekolah itu salah besar. Mencari ilmu itu juga bisa di organisasi. Di organisasi ada interaksi dan inspirasi. Orang pintar itu banyak, tapi yang beruntung itu sedikit,” ujar dia.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Unair, Ageng Rizki Arianes, mengatakan, pada KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu banyak pemimpin negara membahas berbagai isu global mulai dari sosial, ekonomi, transformasi digital dan lainnya.

“Intinya kita sebagai generasi muda harus siap menghadapi itu semua. Persaingan dunia semakin ketat. Bahkan Indonesia akan mengalami bonus demokrasi pada 2025,” kata dia. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara


Close Ads