Dianiaya Selama 2 Tahun, AP Tewas di Tangan Ibu Kandungnya

24 November 2022, 15:56:25 WIB

JawaPos.com–Dalam 2 tahun terakhir, U, 32, secara terus-menerus menganiaya putrinya, AP, 6. Penganiayaan terakhir yang dilakukannya pada Minggu (21/11), membuat AP tewas.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan AKP Arief Rizky menyebut, AP menjadi korban penganiayaan sejak berusia 4 tahun. ”Sudah dianiaya 2 tahun terakhir,” kata Arief pada Kamis (24/11).

Beberapa alat yang digunakan untuk menganiaya AP adalah sapu, gitar kentrungan, hingga sandal. Kepada polisi, U mengaku tak sendirian.

”Tersangka ada 2, selain U, ada LB, 18. Keduanya tinggal bersama AP selama 2 tahun terakhir,” ungkap Arief.

Sesaat sebelum tewas, AP sedang mengambil panci sambil menangis. Kemudian U mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke tubuhnya. U memukul tubuh putrinya dengan ujung sapu patah.

”Pukulan diarahkan ke punggung,” kata Arief.

Saat itu, pukulan yang diterima U tak juga berhenti. LB, 18, teman ibunya yang juga tinggal di kediamannya, Jalan Bulak Banteng Kidul Surabaya, juga memukuli tubuh mungilnya.

Berdasar pengakuan U dan LB, AP pun urung makan malam. Dia memilih untuk minum susu. Namun U dan LB masih marah.

”Tersangka LB, memukul korban menggunakan gitar kentrung ke arah kepala dan wajah korban,” ungkap Arief.

Akibatnya, AP mengalami luka sobek di pelipis kanan dan kiri. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu juga mengalami lebam di dahi.

”Kemudian korban saat ke kamar mandi dalam keadaan badan lemas dengan berjalan sempoyongan dan terjatuh di depan kamar mandi,” tutur Arief.

Kekerasan yang terjadi belum berhenti. Sebab ibu kandung AP memukuli kembali korban dengan sapu ke arah badannya. ”Karena Tersangka (U) tidak suka korban menangis, kemudian korban duduk terdiam dan sesak napas,” kata Arief.

Saat itulah U dan LB mengetahui ada yang tidak beres. Sebab napas AP tampak berat. U dan LB yang memiliki hubungan dekat sebagai teman pun membawa AP ke RSUD Soewandhie Surabaya.

”Saat itulah pihak rumah sakit menyadari ada yang tidak beres. Mereka langsung menghubungi polisi. Kami pun datang untuk otopsi. Kemudian ditemukan fakta bahwa AP memang menjadi korban penganiayaan,” ungkap Arief.

Atas kejahatan itu, U dan LB didakwa dengan pasal 76C jo pasal 80 ayat (2), dan atau ayat (3), dan atau ayat (4) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP, diancam hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads