Bantah Terobos Masuk Bromo, Komunitas Rubicon: Kami Diundang Disbudpar

24 November 2022, 20:22:56 WIB

JawaPos.com–Klarifikasi diberikan anggota Komunitas Rubicon yang sempat viral. Komunitas itu viral lantaran sempat memaksa masuk ke dalam Gumuk Pasir Bromo. Padahal, tempat wisata itu ditutup.

Ketua Umum JK Owners East Java Bambang Agus Hendroyono mengatakan, kedatangan komunitasnya ke Bromo merupakan memenuhi undangan resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur. Undangan itu diberikan untuk mengikuti acara East Java Fashion Harmony pada Minggu (20/11).

”Kami mendapatkan undangan resmi dari Disbudpar Provinsi Jatim, karena itu kami datang ke Bromo,” tutur Bambang saat dikonfirmasi pada Kamis (24/11).

Tanpa sepengetahuan komunitas, acara tersebut diundur pada 3 Desember. Pengunduran acara itu juga dilakukan tanpa pemberitahuan resmi kepada Komunitas Rubicon.

Alhasil, komunitasnya datang sesuai jadwal pertama, yakni Minggu (20/11). Saat itulah video viral tersebut direkam.

”Harusnya kami diberi tahu kalau jadwal diundur 3 Desember. Sementara kami sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, semua keperluan dari tiket masuk hingga penginapan,” ujar Bambang.

Tanpa pemberitahuan dan konfirmasi dari Disbudpar Jatim, mereka pun berangkat ke Bromo dengan 19 kendaraan. Rombongan berangkat melalui jalur Nongkojajar, Pasuruan.

Sesampainya di pintu masuk lautan pasir Desa Wonokitri, rombongan tidak diperbolehkan melintas. Padahal mereka sudah menunjukkan tiket masuk Bromo. Surat undangan dari Disbudpar Jatim juga telah ditunjukkan.

”Kami hanya melintas saja untuk menuju hotel karena saat itu sudah sore, karena jalan satu-satunya yang dekat menuju hotel hanya lewat lautan pasir, toh kami juga sudah punya tiket masuk,” terang Bambang.

Meski sudah menunjukkan undangan, mereka tetap dilarang melintas. Rombongan juga meminta ada pengawalan saat melintas lautan pasir. Saat itulah adu mulut dengan penjaga pintu terjadi. Rombongan akhirnya memilih jalan lain dengan memakan waktu 2,5 jam untuk sampai di hotel.

Bambang menyayangkan ada pihak yang menyebarluaskan video. Apalagi pihak lain yang memberi narasi bahwa komunitasnya memaksa masuk dengan menerobos pintu.

”Saya tegaskan lagi bahwa kami tidak menerobos atau memaksa, kami sudah punya tiket yang sudah kami bayar untuk masuk ke Bromo, syarat-syarat teknis kendaraan juga kami penuhi,” ucap Bambang.

Atas hal itu, Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Efie Widjajanti meminta maaf kepada JKOJ dan warga Jawa Timur atas kegaduhan itu. ”Saya memohon maaf. Nanti undangan bersama Ibu Gubernur,” ujar Efie.

Dia memastikan JKOJ bakal menjadi bagian dari acara East Java Fashion Harmony. Acara itu juga bakal dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno.

Sebelumnya, viral video aksi adu mulut antara perwakilan rombongan Mobil Rubicon dengan warga penjaga pintu masuk kawasan wisata Bromo. Di video tersebut, perwakilan rombongan memaksa masuk dari jalur Pasuruan dan mengaku sebagai undangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara Fashion Show Bromo pada 20 November.

Di sisi lain, petugas penjaga pintu tidak membuka palang pintu. Mereka mengatakan tidak ada acara pada hari yang disebut perwakilan rombongan tersebut. Kemudian, warga menghubungi panitia penyelenggara acara untuk memastikan bahwa acara dimaksud digelar pada 3 Desember, bukan pada 20 November. Peristiwa itu dibagikan oleh salah satu akun TikTok @widiandharmasingg.

Akun tersebut membubuhi caption: Info di lapangan rombongan Robicon memaksa masuk Pintu Bromo via Pasuruan dengan alasan undangan Gubernur”.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads