alexametrics

Siapkan Berbagai Fasilitas Sebelum Menghidupkan Kembali Stasiun Semut

24 Juni 2019, 17:07:41 WIB

JawaPos.com – Sambil memandang fasad bangunan Stasiun Semut di hadapannya, ingatan Katamsi seketika tertuju pada 1992. Yaitu, ketika stasiun yang dibangun pada 1870 itu harus ditutup. Juru parkir (jukir) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang sudah bertugas di area tersebut lebih dari 20 tahun itu sontak kaget. Hari-hari Katamsi yang biasanya disibukkan keramaian Stasiun Semut berubah sepi. Dia lantas beralih jadi jukir di area Pasar Atom.

Namun, pria 60 tahun itu kini senang. Sebab, stasiun pertama yang menghubungkan Surabaya-Malang tersebut akan dihidupkan kembali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Paling tidak, dia bisa bernostalgia dengan masa lalu. Sebab, bangunan itu seperti separo hidupnya yang pergi. ”Mudah-mudahan segera terlaksana,” tutur pria asal Simolawang tersebut saat dijumpai kemarin (23/6).

Rencana untuk menghidupkan kembali Stasiun Semut disampaikan Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto. Usaha itu terlihat sejak serah terima hasil pekerjaan restorasi dari PT Senopati Perkasa (SP) kepada PT KAI Kamis (20/6). PT KAI langsung menyusun langkah-langkah untuk menghidupkan stasiun tersebut.

Suprapto menuturkan, langkah pertama yang akan ditempuh ialah pembersihan bangunan dalam beberapa pekan. Setelah itu, akan ada penataan ruang tunggu. ”Mulai kursi, toilet, loket pendaftaran, sampai pendingin ruangan,” ucapnya kemarin (23/6). Paling tidak, standar pelayanan minimum terpenuhi. ”Jika ada penambahan lain, nanti dipikirkan lagi,” ungkapnya.

Di bagian lain, pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa kereta yang akan beroperasi. ”Tapi, ini khusus kereta komuter,” katanya. Kereta yang dimaksud, antara lain, KA Penataran (Surabaya-Sidoarjo-Malang-Blitar), Dhoho (Surabaya-Mojokerto-Blitar), Tumapel (Surabaya-Malang), dan KRD Sidoarjo (Surabaya-Sidoarjo). Empat KA itu segera dioperasikan setelah seluruh persiapan layanan rampung.

Dengan dihidupkannya stasiun yang sekarang bernama Stasiun Surabaya Kota tersebut, dia berharap perekonomian warga sekitar terdongkrak. Juga, merawat kekayaan sejarah Kota Surabaya.

Sementara itu, penggiat sejarah dari Sjarikat Poesaka Soerabaia Freddy H. Istanto menyambut baik rencana PT KAI menghidupkan Stasiun Semut. Pria yang pernah mempresentasikan Stasiun Semut di hadapan akademisi Erasmus University Rotterdam pada 2012 itu menunggu keputusan tersebut.

Dia berharap ada satu ruangan yang dijadikan semacam tetenger (museum mini) di salah satu sudut ruangan Stasiun Semut. ”Misalnya, ada foto-foto, maket, atau bisa ditambah suvenir khas Surabaya,” ucapnya.

Selain itu, perlu ada media audio visual di dinding bangunan. ”Yang menceritakan perkeretaapian masa lalu,” ucapnya. Dengan begitu, selain sebagai fasilitas transportasi publik, stasiun tersebut menjadi media edukasi sejarah bagi para pengunjung.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jar/c15/nor



Close Ads