alexametrics

Perawat Penjual Obat Covid-19 Bekas Dihukum 16 Bulan Penjara

24 Mei 2022, 16:48:45 WIB

JawaPos.com – Shaylla Novita Sari dihukum 16 bulan penjara. Mantan perawat rumah sakit (RS) swasta itu dinyatakan terbukti bersalah menjual obat Covid-19 bekas tanpa izin. Obat tersebut dijual kepada pasien Covid-19 seharga Rp 40 juta.

”Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat, atau kemanfaatan dan mutu,” kata Ketua Majelis Hakim Ketut Suarta saat membacakan putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (23/5).

Shaylla dinyatakan terbukti melanggar Pasal 98 ayat 2 dan 3 jo Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Perbuatannya dianggap telah membahayakan kesehatan masyarakat.

Selain pidana penjara, Shaylla diharuskan membayar denda Rp 5 juta subsider 2 bulan kurungan. Putusan majelis hakim itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 1,5 tahun penjara.

Pengacara Shaylla, Arif Budi Prasetijo, menyatakan belum bersikap apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut. ”Masih pikir-pikir,” kata Arif singkat saat dikonfirmasi seusai sidang.

Jaksa penuntut umum Rakhmat Hari Basuki juga menyatakan masih pikir-pikir. Dia menunggu sikap dari pihak terdakwa terlebih dahulu. ”Kalau mereka banding, kami juga akan banding,” tuturnya.

Shaylla sebelumnya menjual obat jenis actemra seharga Rp 40 juta kepada Eric Angga. Yang dijual itu merupakan obat bekas pasien Covid-19 yang meninggal di RS tempatnya bekerja.

Perawat itu mengambil obat tersebut secara diam-diam, lalu mengoplos dengan cairan lain agar terlihat penuh. Dia menjual kepada Eric melalui perantara suaminya, M. Wahyudi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c7/eko

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads