alexametrics

Polda Jatim Segera Terapkan Tilang Elektronik di MERR Gunung Anyar

24 Februari 2020, 18:18:46 WIB

JawaPos.com – Penerapan electronic traffic law enforcement (e-TLE) di Surabaya bakal makin luas. Kamera untuk keperluan e-tilang itu pun akan ditambah. Yang terbaru, di ruas middle east ring road (MERR) Gunung Anyar, bakal ditempatkan dua kamera canggih berjenis speed trap dan automatic number plate recognition (ANPR). Dua jenis kamera tersebut dianggap cocok dengan lokasi jalan di MERR Gunung Anyar yang didominasi jalur lurus dan panjang.

Meski begitu, Polda Jatim masih menunggu kesiapan alat. Sebab, hingga saat ini Polda Jatim bersama Pemkot Surabaya, khususnya diskominfo dan dishub, membenahi program tersebut. Bukan hanya itu. Polda juga masih berkoordinasi dengan Dishub Surabaya tentang kendala kamera saat hujan. Sebab, selama evaluasi, kendala yang banyak ditemui terkait dengan kondisi cuaca. Apalagi jika intensitas hujan sedang tinggi ’’Kami sudah saling berkoordinasi. Tim kami juga membantu perbaikan itu,’’ ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Aditya Panji Anom kemarin (23/2).

Menurut dia, evaluasi terus dilakukan. Mulai hal teknis hingga evaluasi penindakan. Nah, evaluasi penindakan itu juga berbuah pertimbangan untuk menemukan solusi. Misalnya, penggunaan nomor polisi (nopol) atau tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai dengan standar. Polda bakal menindaklanjutinya dengan penilangan. ’’Kami sudah koordinasikan dengan personel di lapangan dan di dalam ruang RTMC,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyediaan Prasarana Lalu Lintas Dishub Surabaya Prasetyo Prambayanto mengakui bahwa memang ada penambahan kamera CCTV. Namun, tidak semua rencana penambahan bisa direalisasikan karena masih terbentur anggaran.

Meski begitu, pemkot sudah menambah CCTV di area-area baru yang dianggap sebagai jalur black spot. Penggunaan CCTV di MERR Gunung Anyar baru sepekan terakhir diresmikan. Alatnya, lanjut Prasetyo, sudah terpasang. ’’Tinggal eksekusi jaringan. Sistemnya masih sama kominfo,’’ katanya.

Bagi Prasetyo, penambahan CCTV di jalur itu memang dirasa sangat penting. Alasannya, jalur tersebut rawan kecelakaan. Penyebabnya, jalannya tidak berkelok-kelok, tetapi bergelombang. Karena itulah, kendaraan tidak dianjurkan melaju dengan kecepatan maksimal. ’’Bahaya sekali jalannya. Kami juga hanya melaksanakan perintah sesuai dengan hasil analisis,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, tampaknya bulan depan kamera e-TLE di jalur itu sudah rampung dikoneksikan sehingga bisa dioperasikan.

Sementara itu, Kejari Surabaya menyarankan agar pelanggar lalu lintas yang akan mengambil barang bukti tilang memanfaatkan layanan antrean online. Pelanggar bisa mendapatkan nomor antrean dengan mengakses website kejari. Setelah itu, pelanggar membawa nomor antrean ke kantor kejari untuk membayar denda dan mengambil barang bukti SIM/STNK yang sebelumnya disita. Hal tersebut juga berlaku bagi para pelanggar e-TLE.

Kasipidum Kejari Surabaya Farriman Isandi Siregar menyatakan, petugas bakal membedakan antrean pelanggar yang sudah memperoleh nomor antrean online dengan pelanggar yang antre secara manual. Tujuannya, antrean dapat lebih efisien. Dengan antrean online ini, dia berharap pelanggar tidak perlu berlama-lama antre mengambil barang bukti. ’’Nanti mendapatkan nomor antrean dan langsung dilayani di loket khusus tanpa antre dengan pelanggar lainnya,’’ ungkap Farriman.

Khusus pelanggaran dari e-TLE, hingga kini sekitar 2.000 barang bukti milik pelanggar lalu lintas yang masuk ke Kejari Surabaya. Pelanggar didominasi pengendara sepeda motor.

Selain itu, pelanggar bisa memanfaatkan layanan delivery tilang maupun jasa pos. Mereka tidak harus datang ke kejari untuk mengambil barang bukti. Pelanggar dapat memesan melalui WhatsApp atau mengakses website. Selanjutnya, barang bukti diantar petugas ke alamat. Begitu pula layanan jasa pos melalui kantor pos.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/gas/c14/ady



Close Ads