Dinkes Surabaya Ajukan Vaksin Covid-19 Ke Pemprov untuk Booster Kedua

24 Januari 2023, 21:37:57 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyatakan, melalui puskesmas, dinkes telah mempersiapkan pelayanan vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua. Dinkes sudah menghitung kebutuhan dan mengajukan permintaan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hal itu sesuai kebutuhan masing-masing wilayah puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, puskesmas juga akan membuka pelayanan tidak hanya di satu titik tetapi juga di gerai-gerai vaksin umum lain. Seperti mal (pusat perbelanjaan) dan Balai RT/RW.

Open ticket dari sasaran umum juga masih bertahap. Secara sistem sesuai interval dari booster 1 (interval 6 bulan dari dosis sebelumnya),” ujar Nanik.

Dinkes akan evaluasi laju vaksinasi bagi sasaran umum dalam seminggu ke depan. Tak hanya itu, Dinkes Kota Surabaya juga tetap memfasilitasi layanan vaksinasi dosis 1, 2, dan 3 (booster pertama) seperti sebelumnya. Dengan berkolaborasi bersama PT KAI dan TNI/Polri sebagai upaya percepatan pelayanan vaksinasi kepada seluruh masyarakat di Kota Surabaya.

”Sedangkan vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin Covid-19 yang telah mendapat persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM dan memperhatikan ketersediaan vaksin yang ada,” tutur Nanik.

Mantan Sekretaris Dinas Sosial itu menjelaskan, ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Surabaya saat ini dalam jumlah yang cukup dan sudah tersebar di 63 Puskesmas Kota Surabaya. Penambahan kebutuhan alokasi untuk selanjutnya juga sudah dipersiapkan melalui permintaan kepada Dinkes Pemprov Jatim yang disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan masing-masing wilayah Puskesmas.

”Vaksinasi booster ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan,” terang Nanik.

Dia menyampaikan, mempertimbangkan data dan situasi epidemiologi kasus Covid-19 dan adanya varian baru, Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) merekomendasikan pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun.

Syarat vaksinasi booster kedua yaitu, masyarakat berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksinasi booster pertama minimal 6 bulan sebelumnya.

Nanik menambahkan, capaian vaksinasi booster kedua sampai dengan 22 Januari mencapai 94,28 persen untuk Nakes dan 16,97 persen untuk lansia. Sedangkan capaian vaksinasi booster pertama sampai dengan 22 Januari sebesar 58,65 persen.

”Sasaran prioritas vaksinasi booster, yaitu tenaga kesehatan dan lansia. Selanjutnya akan dikuatkan sosialisasi untuk sasaran berikutnya yaitu pelayan publik dan masyarakat umum sesuai surat edaran,” tambah Nanik.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Dimas Nur Aprianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads