alexametrics

Wali Kota Surabaya Optimistis Bisa Hadapi Puncak Omicron

24 Januari 2022, 19:14:39 WIB

JawaPos.com–Kota Surabaya optimistis bisa menghadapi puncak kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron yang diprediksi terjadi pada Februari atau awal Maret.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan telah dibuka dan siap menerima pasien. Beberapa rumah sakit darurat yang telah disiapkan adalah RS Lapangan Tembak (RSLT) di Kedung Cowek dan RS Darurat di Gelora Bung Tomo (GBT).

”Isoter (isolasi terpusat) RSLT dan GBT masih ada. HAH (Hotel Asrama Haji) juga sudah ada. Semua sudah siap,” kata Eri ketika ditemui di acara Rapat Koordinasi Pengendalian Covid-19 dan Penanganan Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Senin (24/1).

Keoptimistisan Eri itu disebut karena telah melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah kenaikan kasus. Misalnya, menambah personel untuk melakukan swab hunter dan vaksin hunter.

”Jadi swab hunter, swab masal tetap ada. Personel ditambah,” ucap Eri.

Wali Kota memastikan, telah berkoordinasi bersama Polrestabes Surabaya dan Kejari Surabaya. Meski demikian, dia memastikan ada atau tidaknya varian Omicron tidak mengubah penanganan Covid-19.

”Bukan berarti ketika isu varian Omicron muncul, baru meningkatkan antisipasi. Namun antisipasi telah dilakukan sejak lama. Sudah siap semua sama. Kajari, Polresta, jadi Insya Allah Covid-19 omicron atau enggak ya seperti biasa,” ucap Eri.

Sebelumnya, varian omicron di Jawa Timur diprediksi akan mencapai puncaknya pada Februari atau awal Maret. Namun, peningkatan kasus tidak akan setinggi kasus Covid-19 varian Delta pada Juni, Juli, dan Agustus tahun lalu.

Jumlah pasien Covid-19 varian Omicron di Jawa Timur, diperkirakan 1/5 dari total kasus tahun lalu. Tahun lalu, terdapat 1.198 kasus.

”Puncak varian Omicron di Jawa Timur diprediksi terjadi Februari. Total kasus kami prediksi ada seperlima dari kasus tahun lalu, sebanyak 1.198 pasien. Artinya akan ada 225 pasien Covid-19 varian Omicron,” kata Epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya Windhu Purnomo.

Windhu memprediksi kasus konfirmasi total itu akan terjadi 45 hari setelah kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi pertama kali di Jawa Timur. Kasus pertama di Jatim pada 14 Januari. Bila dihitung sesuai prediksi Windhu, kasus puncak akan terjadi pada Maret atau April.

”Konfirmasi total dihitung dari kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), kasus harian yang terdeteksi/dilaporkan. Prediksi puncak sekitar 45 hari setelah temuan kasus Omicron pertama,” terang Windhu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: