alexametrics

Sebanyak 46 Titik Sungai di Sidoarjo Bakal Dinormalisasi Tahun Ini

24 Januari 2022, 21:35:37 WIB

JawaPos.com– Normalisasi sungai-sungai di Sidoarjo bakal digenjot tahun ini. Total, ada sebanyak 46 titik sungai yang akan digarap. Sebab, sungai-sungai itu mengalami penyempitan maupun pendangkalan. Selain itu, pemeliharaan plengsengan di 61 titik, telah masuk dalam program yang dilaksakanan sepanjang 2022.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Rizal Asnan menuturkan, salah satu upaya pencegahan banjir di Kota Delta adalah mengoptimalkan fungsi saluran dan sungai. Karena itu, sungai yang belum optimal harus dinormalisasi. Misalnya, karena ada penyempitan maupun pendangkalan, aliran sungai tidak lancar.

Sebanyak 46 titik sudah teridentifikasi butuh dinormalisasi secepatnya. ”Panjang dan kondisinya berbeda. Kami targetkan semuanya selesai tahun ini,” kata Rizal.

Titik tersebut, antara lain, saluran di Desa Ketajen, Gedangan; Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon; saluran Desa Jumputrejo, Sukodono; dan saluran RW 7 Kelurahan Urangagung. Diharapkan, aliran air di titik yang dinormalisasi tersebut kembali lancar sehingga tidak sampai terjadi banjir.

Selain normalisasi sungai, pembangunan dan peningkatan plengsengan juga dilakukan. Terutama di titik sungai yang plengsengannya rusak tergerus air dan di sungai yang belum memiliki plengsengan. Di antaranya, sungai di Desa Sebani, Kecamatan Tarik; saluran anak afvoer Kajar Trengguli, Kecamatan Prambon; dan pembangunan plengsengan di Desa Bangsri, Sukodono.

Selain titik yang sudah teridentifikasi dan siap diperbaiki tersebut, Rizal mengungkapkan bahwa desa bisa mengajukan normalisasi jika ada titik di desanya yang belum tersentuh normalisasi. Pihaknya bakal menerjunkan tim dan alat berat untuk melakukan pengerukan.

Contohnya, di Desa Tebel, RT 8, RW 5. Kondisi sungai di sana tampak menyempit. Kepala Desa Tebel Triyono menyebut volume air di sana kadang besar. Karena itulah, walau hujan tidak turun, kadang air sampai meluber.

”Kami akan berkirim surat ke dinas untuk meminta pengerukan. Selama ini masih sebatas kerja bakti biasa di sana,” jelasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : uzi/c14/any

Saksikan video menarik berikut ini: