alexametrics

Dua Pekan, Dominasi Omicron di Jatim Belum Terlihat

24 Januari 2022, 13:48:27 WIB

JawaPos.com – Tren pertambahan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir di wilayah Jatim mengalami kenaikan. Situasi paling menonjol terjadi pada empat hari terakhir. Setiap hari rata-rata di angka 40 kasus per hari.

Berdasar evaluasi sementara yang dihasilkan dari rapat koordinasi antara Satgas Covid-19 Jatim dan kabupaten/kota akhir pekan lalu, pasien baru paling banyak terpapar varian Delta, bukan Omicron yang saat ini jadi ancaman baru. ’’Dari evaluasi sementara, varian Omicron belum membawa dampak yang parah di wilayah Jatim,’’ ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Kesimpulan awal tersebut didasarkan pada hasil sampel pasien baru yang masuk ICU. ’’Hasilnya, virus yang mengenai mereka adalah Delta. Ini hasil evaluasi kami sejak Omicron masuk ke Jatim,’’ imbuhnya.

Selain itu, beberapa pasien yang kondisinya parah berstatus baru menjalani vaksinasi dosis pertama. ”Artinya, vaksinasi sangat penting. Karena itu, pencapaian vaksinasi daerah juga dievaluasi,’’ ungkapnya.

Dengan demikian, terus naiknya jumlah pasien baru yang terpapar virus korona masih jadi atensi khusus. Hari ini pemprov dan satgas Covid-19 kembali menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Agenda itu bertujuan memutuskan langkah antisipasi lonjakan hingga penanganan pasien baru di Jatim. ’’(Evaluasinya, Red) mulai dari pertambahan kasus, ketersediaan bed untuk pasien Covid-19, vaksinasi, tracing, hingga banyak item lainnya,’’ katanya.

Lantas, bagaimana dengan kemungkinan pembatasan aktivitas? Jibril menyebutkan, sejauh ini penerapan status level masih mengikuti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Saat ini ada 22 kabupaten/kota yang masuk status level 1. Lalu, 16 daerah berstatus level 2. Sementara itu, satu daerah masuk status level 3, yakni Pamekasan.

Namun, status level PPKM itu masih sangat berpotensi berubah. Karena itu, yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyikapi lonjakan kasus. ’’Dengan begitu, pandemi bisa dikendalikan lagi,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, tren pertambahan pasien baru yang terpapar Covid-19 di Jatim mengalami kenaikan selama dua pekan terakhir. Jumlah pertambahan paling tinggi terjadi pada 21 Januari lalu, yakni 92 kasus.

Jumlah pasien yang masih terpapar Covid-19 mayoritas berasal dari Kota Malang (82 pasien). Daerah terbanyak berikutnya adalah Surabaya, Kabupaten Malang, dan Kota Madiun.

Selain itu, saat ini ada dua daerah dengan rate of transmission (RoT) atau tingkat persebaran Covid-19 di atas angka 1 (di atas batas normal yang ditetapkan WHO). Yakni, Kota dan Kabupaten Malang.

Meski demikian, sejauh ini mayoritas daerah di Jatim masih dinyatakan zona kuning alias zona risiko rendah. Yang juga melegakan, tingkat kesembuhan pasien tetap tinggi. ’’Itu juga dipengaruhi fenomena pengidap varian Omicron hanya kategori ringan dan sedang,’’ ungkapnya.

FLUKTUASI PERTAMBAHAN PASIEN COVID-19 DI JAWA TIMUR (9–23 JANUARI)

9 Januari : 16 kasus

10 Januari : 8 kasus

11 Januari : 29 kasus

12 Januari : 18 kasus

13 Januari : 23 kasus

14 Januari : 21 kasus

15 Januari : 23 kasus

16 Januari : 26 kasus

17 Januari : 14 kasus

18 Januari : 44 kasus

19 Januari : 49 kasus

20 Januari : 89 kasus

21 Januari : 92 kasus

22 Januari : 79 kasus

23 Januari : 69 kasus

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c12/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads