alexametrics

Covid-19 Meningkat, Epidemiolog Setuju Bidang Nonesensial WFH Lagi

24 Januari 2022, 12:48:09 WIB

JawaPos.com – Kasus aktif Covid-19 menunjukkan tren meningkat dalam sepekan terakhir. Berdasar data lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah kasus aktif sebanyak 41 jiwa dengan tambahan pasien baru 19 orang kemarin (23/1). Jumlah itu naik signifikan sejak Kamis (20/1) yang tercatat masih 23 kasus.

Ahli kesehatan mengkhawatirkan kondisi tersebut. Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo mengatakan, lonjakan kasus baru harus dihindari dengan cara mengetatkan lagi protokol kesehatan (prokes).

’’Yang absolut tentu dengan penerapan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, Red),’’ kata Windhu.

Saat ini prokes memang sudah cenderung longgar. Bahkan, mobilitas masyarakat di jalanan Kota Surabaya hampir mendekati normal seperti sebelum pandemi. Pada jam tertentu, yaitu saat berangkat dan pulang kerja, kemacetan terjadi di mana-mana. Volume kendaraan sangat padat.

Karena itu, Windhu setuju work from home (WFH) kembali diterapkan. Khususnya untuk bidang-bidang kategori nonesensial. Itu dilakukan untuk menjaga jarak aman di tempat kerja. Sebab, saat ini sudah banyak perkantoran di metropolis yang memberlakukan work from office (WFO) sampai 100 persen. ’’Yang nonesensial tidak harus WFH sampai 100 persen,’’ ujar Windhu.

Menurut dia, karyawan dengan pekerjaan yang memungkinkan bisa dijalankan dari rumah lebih baik kembali WFH. Seperti yang pernah diterapkan saat PPKM darurat atau PPKM level 4 sebelumnya. Sebab, dengan situasi semua karyawan bekerja dari kantor, sangat sulit bisa menjaga prokes. Termasuk jarak aman tempat duduk 1,8 meter.

’’Karena (WFH 100 persen, Red) tidak memungkinkan jaga jarak aman,’’ jelasnya.

Apa penyebab kasus aktif naik? Ada beragam faktor yang memicu meningkatnya kasus baru Covid-19. Windhu menyampaikan, peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan menjadi faktor utama pertambahan kasus baru.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads