alexametrics

Suroboyopedia: Makan Kenyang, Cukup Bayar Goceng

23 Oktober 2019, 20:57:08 WIB

JawaPos.com – Pengidap ”kanker” alias kantong kering di akhir bulan bisa datang ke Jalan Pandegiling. Di sana ada rumah yang menjual nasi goreng (nasgor). Namanya Mak Pasar Sore.

Warung itu buka pukul 17.00. Tutupnya subuh. Yang beli pun berjubel. Sebab, harganya murah meriah. Untuk sepiring nasgor plus telur ceplok dan irisan acar timun, Anda cukup membayar goceng alias Rp 5 ribu.

Warung milik pasangan suami istri Wahab-Kasmuti itu tidak pernah sepi. Pasutri tersebut dibantu anak, mantu, dan cucu. ”Kalau malam Minggu, kadang buka sampai jam tujuh pagi. Yang beli kebanyakan mahasiswa,” tutur Kasmuti. Tiap kali buka lapak, perempuan 49 tahun itu menyiapkan 30 kilogram telur.

Perempuan asal Kalitengah, Lamongan, itu berjualan nasi goreng sejak 1998. Saat itu, dia berdagang di pasar sore Jalan Pandegiling–Urip Sumoharjo. ”Awal berjualan dulu, harga nasi goreng masih enam ratus perak,” ucapnya.

Apakah dia mendapatkan untung dari berjualan nasgor? Kasmuti hanya tersenyum. Perempuan tiga cucu itu menjawab ringan. ”Pokoke iso bayar kontrakan karo mangan wes cukup, Mas,” ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c6/ai



Close Ads