Masuk ke Dispendik Surabaya, Kasus Tebus Ijazah Jumlahnya Ribuan Orang

23 September 2022, 12:36:16 WIB

JawaPos.com- Pengajuan permohonan pengambilan ijazah yang masuk ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya terus bertambah. Jika ditotal mencapai ribuan. Salah satunya Maulana. Ijazah anaknya masih ditahan sekolah karena belum melunasi tunggakan SPP.

Maulana mengatakan, anaknya menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Gresik. Setelah lulus, ijazah anaknya ditahan pihak sekolah. Sebab, Maulana belum melunasi pembayaran SPP. ’’Tagihannya Rp 12 juta. Numpuk dari biaya SPP per bulan,’’ ujarnya.

Warga Bangun Rejo itu mengaku kesulitan melunasi SPP anaknya. Dia sudah lama menganggur. Istrinya juga baru dua minggu bekerja di pabrik sepatu. Pendapatan sang istri habis untuk mencukupi biaya hidup dan membayar sewa rumah. ’’Per tahun biaya sewa rumah Rp 2 juta,’’ ucap bapak dua anak itu.

Sebagai solusi, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya. Dia berharap Baznas memiliki anggaran untuk menebus ijazah anak Maulana. ’’Sebab, anggaran pemkot hanya untuk siswa yang bersekolah dan warga Surabaya. Kami akan kaji kembali dari sisi regulasi. Jadi, harus berhati-hati,’’ paparnya.

Sejatinya Dispendik Surabaya ingin membantu Maulana. Namun, ponpes tempat anak Maulana menempuh pendidikan berada di Gresik. ’’Tetap kami cari solusinya. Salah satunya minta bantuan Baznas,’’ terang Yusuf.

Persoalan ijazah yang ditahan pihak sekolah harus segera dituntaskan. Sebab, dokumen kelulusan itu dibutuhkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. ’’Meski SMA/sederajat wewenang provinsi, kami tetap hadir. Kami berkoordinasi dengan DKKORP Surabaya karena SMA/sederajat masuk pemuda,’’ tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memprioritaskan menebus ijazah anak-anak Surabaya yang sekolah di metropolis. ’’Intervensi kami pada anak SMA/sederajat diwujudkan lewat program beasiswa melalui DKKORP. Kuotanya ditambah 25 ribu siswa,’’ jelasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : sam/c18/aph

Saksikan video menarik berikut ini: