alexametrics

Pelaku Judi Ditangkap, Ada yang Beromzet Lebih dari 80 Juta

23 September 2020, 05:33:51 WIB

JawaPos.com–Berawal dari sepinya pendapatan usaha akibat pandemi, Hendra, 38, bermain judi sutil bersama warga lain. Ayah satu anak itu ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Hendra mengaku menyesal. Sebab, kedua anaknya dan istri sekarang semakin kesulitan perekonomian lantaran  dia masuk penjara. ”Saya baru dua pekan ikut judi sutil. Ikut judi karena usaha jualan saya sepi selama pandemi ini. Ya menyesal ikut judi malah masuk penjara,” tutur Hendra.

Menurut Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Wahyudin Latief, terungkapnya kasus itu berawal dari informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan penyelidikan konvensional maupun penyelidikan secara IT.

”Alhamdulillah berdasar petunjuk yang kami dapatkan berhasil mengungkap semua pelaku. Pelaku memang banyak kegiatan di kamar atau di rumah. Kebanyakan di depan laptop sehingga memungkinkan banyak melakukan judi sutil karena tidak ada kegiatan lain,” terang Wahyudin.

Wahyudin mengatakan, petugas melakukan pengungkapan kasus-kasus perjudian dalam kurun waktu dua bulan. ”Sehingga ada 13 jenis perjudian dengan 20 tersangka. Dengan jenis permainan togel, togel online, baik itu Singapura maupun Hongkong, bakarat, roulette, judi bola, dan beberapa judi konvensional. Untuk prosesnya atau kegiatannya ini dengan omzet berbagai macam macam, dan mereka rata rata pelaku cash market, bukan bandar,” ujar Wahyudin.

Menurut dia, 20 pelaku atau tersangka perjudian itu rata-rata adalah pemasang. Selain judi sutil, ada juga pelaku perjudian online. Bahkan ada pengepul bandar yang pendapatannya perbulan mencapai Rp 80 juta. ”Hampir semua pemasang dan pendapatannya juga banyak yakni Rp 80 juta per bulan. Kita masih selidiki untuk perkembangan judi online di Surabaya ini,” kata Wahyudin.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 3 laptop, 20 smartphone, uang sejumlah 4 juta, catatan rekap pemasang togel, buku tabungan serta kartu ATM. Para tersangka dijerat pasal 303 ayat 1 atau pasal Undang-Undang No 7 Tahun 74 tentang dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads