alexametrics

PTUN Tolak Gugatan Mantan Mahasiswa FK Unair ke Rektor

Hakim Anggap Masih Prematur
23 Mei 2022, 15:48:42 WIB

JawaPos.com – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Moh. Nasih memenangi sengketa pemberhentian mahasiswanya, dokter Luqman Alwi. Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang diketuai Effriandy menolak gugatan Luqman, mantan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unair, terhadap rektor Unair. Luqman menggugat rektor karena merasa keberatan setelah diberhentikan sebagai mahasiswa FK Unair menjelang kelulusannya.

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa Luqman belum menempuh upaya hukum banding administratif di Unair sebelum mengajukan gugatan di PTUN. Pertimbangan majelis hakim itu sependapat dengan eksepsi rektor Unair yang menyatakan gugatan mantan mahasiswanya tersebut masih prematur.

Karena tidak ada upaya banding administratif sebelum Luqman mengajukan gugatan di PTUN, majelis hakim berpendapat bahwa sengketa itu belum memenuhi syarat administratif sebagaimana yang dimaksud Pasal 78 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Perma Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan setelah Menempuh Upaya Administratif.

”Majelis hakim berpendapat karena majelis hakim telah menerima eksepsi tergugat dan telah menyatakan gugatan tidak dapat diterima, permohonan penundaan tersebut (pemberhentian sebagai mahasiswa) haruslah ditolak pula,” tutur hakim.

Pengacara Rektor Unair Prof Dr Moh. Nasih, Sunaryo Edi Wibowo, menyatakan, putusan majelis hakim tersebut sudah tepat. ”Dan yang terpenting, ditolaknya gugatan ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan Pak Rektor sudah sesuai prosedur dan peraturan universitas,” kata pria yang akrab disapa Bowo tersebut.

Secara terpisah, pengacara Luqman, R. Arief Agoeng Wiranata, masih pikir-pikir terhadap putusan itu. Dia belum bersikap apakah akan banding atau menerimanya. Meski begitu, Arief mengaku keberatan karena majelis hakim hanya mengambil pertimbangan sepihak dari eksepsi tergugat. ”Ahli yang kami tolak karena anak buah tergugat malah dijadikan pertimbangan majelis hakim,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Luqman yang hanya menunggu wisuda untuk menyelesaikan studinya di Program Studi Ilmu Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular FK Unair diberhentikan rektor melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 887/UN3/2021 tertanggal 9 September 2021.

Pemberhentian itu dilakukan setelah pihak kampus menerima pengaduan adik kelas Luqman berinisial dokter SN dan ibunya, dokter ND, atas dugaan telah menghamili dokter SN di luar nikah dan memaksa aborsi. Dokter SN sudah mengundurkan diri sebagai mahasiswa karena malu. Rektor Unair lantas menerbitkan SK pemberhentian tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c19/eko

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads