alexametrics

Tak Lulus Ramp Check, Bus Tidak Boleh Beroperasi untuk Mudik Lebaran

23 April 2022, 13:48:01 WIB

JawaPos.com – Arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi lebih padat dari tahun lalu. Baik untuk transportasi darat, laut, maupun udara. Itu terjadi karena pemerintah membolehkan pulang kampung dengan sejumlah pelonggaran. Salah satunya, penumpang boleh berkapasitas 100 persen.

Kebijakan itu menjadi angin segar bagi perusahaan transportasi. Salah satunya perusahaan otobus (PO). Sebab, pemudik dengan armada bus diprediksi meningkat signifikan. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya Tundjung Iswandaru memprediksi terjadi kenaikan penumpang 200–300 persen. Lonjakan penumpang khususnya terjadi di Terminal Purabaya.

”Di terminal kami prediksi ada kenaikan 200–300 persen,’’ kata Tundjung kemarin.

Jumlah pemudik diprediksi 25 ribu sampai 27 ribu orang. Berdasar kajian dishub, lonjakan penumpang akan terjadi pada 27–29 April. Itu bertepatan dengan H-5 sampai H-3 Lebaran. Meski ada kenaikan signifikan dari 2021, jumlah pemudik tidak seperti angka sebelum pandemi yang mencapai 35 ribu sampai 37 ribu orang. ”Arus mudik tahun ini minimal akan mendekati normal,’’ ujar Tundjung.

Dishub sudah melakukan berbagai upaya agar masa arus mudik berjalan aman. Salah satunya, pengecekan ramp check di terminal. Satu per satu angkutan menjalani pemeriksaan kelengkapan komponen kendaraan. Mulai kondisi rem, ban, kaca, hingga komponen keamanan lainnya.

Ramp check bertujuan untuk memastikan kondisi kendaraan aman dari kemungkinan terjadinya kecelakaan. ”Ini menyangkut keamanan penumpang,’’ imbuh Tundjung.

Bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, dishub memberi tindakan tegas. Armada yang bersangkutan tidak diberi stiker khusus mudik. Artinya, bus tersebut tidak boleh beroperasi selama masa arus mudik. ”Kita suruh keluar. Tidak boleh beroperasi. Ini berlaku selama masa angkut mudik Lebaran,’’ tegasnya.

Kepala Unit Terminal TOW Imam Hidayat menambahkan, pihaknya sudah memprediksi adanya lonjakan penumpang saat masa mudik Lebaran tahun ini. Pihaknya pun berkoordinasi dengan PO untuk menyiapkan armada cadangan. ”Kita masih memantau kondisi,’’ kata Imam.

Sejauh ini sampai H-10 Lebaran jumlah penumpang masih landai. Dia memprediksi kenaikan penumpang terjadi mulai H-7 sampai H-2 Lebaran. Sebab, mayoritas armada melayani penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP) di wilayah pantura.

Siapkan Kereta Tambahan, Layani 604.244 Penumpang

KERETA Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya sudah menetapkan masa angkutan mudik Lebaran 2022 mulai H-10, kemarin (22/4). Itu berlaku 22 hari hingga 13 Mei atau H+10 Lebaran nanti.

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Heri Siswanto mengatakan, jumlah penumpang mencapai 604.244 orang. Tanggal favorit keberangkatan penumpang adalah 27–30 April. Adapun arus balik didominasi 6–9 Mei 2022. ”Kami memastikan seluruh pelanggan yang naik KA telah sesuai persyaratan melakukan perjalanan,’’ kata Heri.

Dia menjelaskan, untuk melayani pemudik, KAI Daop 8 Surabaya memiliki dukungan armada 63 lokomotif serta 426 armada sarana. Mulai kereta penumpang kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi, kereta makan, kereta pembangkit, hingga kereta bagasi.

Daop 8 Surabaya menyiapkan enam kereta tambahan. Di antaranya, KA Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, KA Sancaka fakultatif relasi Surabaya Gubeng–Jogjakarta, KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng–Jogjakarta, KA Ambarawa Ekspres 1 relasi Surabaya Pasar Turi–Semarang Poncol, KA Ambarawa Ekspres 2 relasi Surabaya Pasar Turi–Semarang Poncol, dan KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng–Kiaracondong.

Heri mengingatkan penumpang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di dalam kereta. Tujuannya, menghindari kemungkinan penularan virus. Tidak boleh euforia meski mudik diperbolehkan dengan banyak pelonggaran. ”Di atas kereta kami imbau penumpang untuk tidak saling bicara atau menelepon di dalam kereta,’’ tegas Heri.

Sementara itu, animo pemudik dengan transportasi laut juga terasa. Kebanyakan pemudik menuju ke Bakauheni Merak, Ketapang, Gilimanuk, Kalimantan, dan Semarang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-7 Lebaran.

Pengguna Pesawat Tembus 23 Ribu Per Hari

JUMLAH penumpang di Bandara Juanda mulai meningkat menjelang Lebaran. Jumlahnya mencapai 23 ribu penumpang per hari. Kenaikan itu diperkirakan terus terjadi pada H-7 nanti.

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengatakan, indikasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran mulai terlihat. Pihaknya sudah membuka posko layanan angkutan udara Lebaran.

Tujuannya, memberikan layanan kepada pemudik. ”Kami perkirakan jumlah penumpang terus naik. Puncaknya akhir bulan ini (April, Red) hingga awal Mei nanti,’’ terang Sisyani.

Saat ini, jelas dia, penumpang harian di Bandara Juanda sudah meningkat. Pada minggu pertama dan kedua April, rata-rata 21,5 ribu penumpang. Memasuki pekan ketiga April ini, per hari jumlahnya naik menjadi 23 ribu penumpang.

Menurut dia, lonjakan penumpang diperkirakan naik signifikan karena beberapa faktor. Mulai longgarnya aturan syarat terbang hingga masyarakat rindu pulang ke kampung halaman. Mengingat dua kali Lebaran pada 2020-2021 mudik dilarang karena pandemi. ”Dengan kondisi ini, kita prediksi ada lonjakan penumpang. Apalagi mendekati Lebaran,’’ ujar Sisyani.

JUMLAH PEMUDIK NAIK DRASTIS

– Jumlah penumpang bus diprediksi naik 200–300 persen.

– Penumpang di Terminal Purabaya mencapai 25 ribu–27 ribu orang.

– KAI Daop 8 Surabaya mengangkut 604.244 penumpang.

– Menyiapkan 63 lokomotif.

– Jumlah penumpang kapal laut diprediksi meningkat 20 persen.

– Tersedia 43 armada kapal laut.

– Penumpang diperkirakan mencapai 23 ribu orang per hari.

– Tren kenaikan penumpang terjadi sejak awal 2022.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/omy/ian/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads