alexametrics

Pedagang Pasar Turi Baru Berharap Suntikan Modal

Perlahan Banyak Yang Gulung Tikar
23 Maret 2022, 20:52:56 WIB

JawaPos.com – Setelah diresmikan, stan pedagang di Pasar Turi Baru (PTB) tidak serta-merta langsung penuh dengan barang jualan. Tidak sedikit pedagang yang tepuk jidat karena modal pas-pasan. Mereka pun berharap ada program suntikan modal dari Pemkot Surabaya.

Hal itu tidak ditampik sebagian pedagang. Sebab, kebakaran yang terjadi berurutan pada 26 Juli dan 9 September 2017 sudah bikin kepala mereka pusing. Apalagi solusi memindahkan pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS) tidak berjalan mulus. Omzet penjualan harian Pasar Turi yang bisa mencapai Rp 15 miliar per hari jeblok menjadi Rp 2 miliar–3 miliar per hari.

Kondisi tersebut kemudian diperparah lagi dengan kebakaran yang melalap habis sisa Pasar Turi tahap III. Sepertinya, hal itu memantik kelesuan di kalangan pedagang. Akhirnya, banyak yang gulung tikar dan beralih ke usaha yang lain. Solusi Pemkot Surabaya menyediakan gedung baru yang rampung pada 2014 juga menuai polemik panjang.

”Kami memang bersyukur Pasar Turi Baru ini diresmikan dan dibuka lagi. Namun, hal lain harus dipikirkan juga. Yakni, pedagang yang tidak punya tabungan untuk melanjutkan lagi usaha di sini,” terang salah seorang Ketua Paguyuban Pedagang Kemas A. Chalim.

Dia mengakui, untuk memulai buka stan, pedagang butuh modal yang tidak sedikit. Minimal sekitar Rp 50 juta. Itu belum lagi dengan tanggungan yang harus dibayar tiap bulan. Misalnya, cicilan dan iuran. Sebab, setelah PTB buka, pedagang tidak serta-merta kebanjiran order.

”Karena itu, kami berharap ada solusi yang ditawarkan Pemkot Surabaya. Misalnya, menyediakan jalan untuk kami menerima pinjaman modal. Itu harapan terbesar kami saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager PTB Teddy Supriyadi meyakinkan bahwa pusat grosir tersebut mampu berjaya lagi seperti era dulu. Dia menyebut jika dulu omzetnya bisa mencapai miliaran per hari, sekarang seharusnya bisa lebih dari itu. ”Kalau sekarang kami pikir perputaran uang di PTB bisa mencapai Rp 30 miliar,” terangnya.

Jangkauan pasar hingga Indonesia Timur menjadi alasannya. Pihaknya pun membidik PTB bukan sebagai tempat orang berbelanja, melainkan ke digital shopping dan wisata. Sarana yang disediakan cukup lengkap untuk menampung ribuan orang setiap hari.

”Kami yang terbesar di Indonesia Timur. PTB ini mampu menampung kendaraan hingga 6.000 unit. Baik besar atau kecil. Pastinya bisa menjadi lokasi wisata belanja di Surabaya,” ujarnya.

Terkait pasar digital, Teddy menjelaskan bahwa pihaknya sedang menggarap penyediaan ruang promosi dan berjualan melalui marketplace.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/sam/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini: