alexametrics

Antisipasi Panic Buying, Pemkab Gresik Batasi Pembelian Sembako

23 Maret 2020, 10:57:33 WIB

JawaPos.com – Untuk mengantisipasi panic buying sembako, Pemkab Gresik menerapkan kebijakan khusus. Yakni, membatasi pembelian sembako di sejumlah pasar dan toko. Warga tidak diperbolehkan main borong. Mengacu Surat Edaran (SE) No B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim, selain membatasi pembelian sembako, Pemkab Gresik bakal rutin melaksanakan operasi pasar.

Pembatasan untuk beras, misalnya. Warga hanya dapat membeli 10 kg per keluarga. Disusul gula pasir 2 kg per keluarga, minyak goreng kemasan 2 liter per keluarga, dan telur 1 kg per keluarga. Beberapa toko menerapkan kebijakan itu dengan menempelkan pengumuman.

Kepala Diskoperindag Pemkab Gresik Agus Budiono menyatakan, pembatasan itu berlangsung dalam sehari. Artinya, dalam sehari, satu keluarga hanya diizinkan membeli sesuai ketentuan tersebut. SE sudah disebar ke pasar-pasar hingga toko yang menjual sembako. ’’Kami terus pantau agar tidak terjadi panic buying,’’ ujarnya.

Saat ini, harga kebutuhan pokok di pasaran tergolong stabil. Agus mencontohkan, beras dibanderol Rp 6 ribu–Rp 12 ribu. Bergantung jenisnya. Namun, harga gula masih tinggi. Yakni, sekitar Rp 18 ribu per kg. ’’Ketersediaan juga kami kontrol agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan,’’ ucapnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, beberapa swalayan sudah menerapkan ketentuan itu. Sarikat Jaya Gresik, misalnya, sudah seminggu memberlakukan kebijakan tersebut. ’’Jika pembeli tetap ngeyel, petugas akan menegur di kasir. Kami turut mengikuti kebijakan pemerintah,’’ kata Eko Prasetyo, team leader Sarikat Jaya Gresik.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : son/c18/hud

Saksikan video menarik berikut ini: