alexametrics

Dinsos Surabaya Sosialisasikan Penghapusan Santunan Kematian Covid-19

23 Februari 2021, 18:38:10 WIB

JawaPos.com–Santunan kematian atas Covid-19 urung didapatkan keluarga korban di Surabaya. Per 2021, Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menghapus peraturan pemberian santunan sebesar 15 juta rupiah.

Peraturan itu disampaikan melalui surat Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021. Informasi itu ditujukan kepada seluruh kepala dinas sosial (Dinsos) provinsi. Dalam surat tersebut, pemerintah kabupaten/kota diminta melakukan sosialisasi.

Ada dua poin yang tercantum dalam surat itu. Yakni kemensos menyatakan tidak ada alokasi anggaran santunan bagi warga yang meninggal dunia karena Covid-19. Sehingga, usul dari dinas sosial di seluruh wilayah tidak bisa ditindaklanjuti. Selain itu, kemensos meminta dinsos pemprov untuk tidak mengusulkan bantuan itu. Selama alokasi dana belum bisa dipenuhi.

Kepala Dinsos Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengaku, mendapatkan surat pemberitahuan dari kemensos sejak seminggu lalu. Dia kemudian menggelar pertemuan untuk membahas kebijakan dari pemerintah tersebut.

”Kami menerima surat dari Dinsos Pemprov Jatim isinya menindaklanjuti surat dari kemensos,” ujar Suharto Wardoyo ketika dikonfirmasi pada Selasa (23/2).

Sebagai tindak lanjut, Dinsos membuat surat edaran yang merujuk pada dua surat sebelumnya. Arahan itu disampaikan pada kecamatan serta kelurahan. Berbekal pemberitahuan itu, camat dan lurah diminta turun ke warga.

”Tujuannya memberikan penjelasan pada keluarga yang mengajukan santunan kematian. Sosialisasi dilakukan mulai Senin (22/2),” terang Suharto Wardoyo.

Di Kota Pahlawan, jumlah warga yang mengajukan santunan kematian Covid-19 cukup besar. Dinsos mencatat terdapat 319 usul.

”Angka terus bertambah setiap waktu. Data itu dihimpun sejak tahun lalu,” terang Suharto Wardoyo.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads