alexametrics

Machfud Arifin Borong Rekom, Demokrat Beri Sinyal Merapat ke Koalisi

23 Januari 2020, 19:27:35 WIB

JawaPos.com – Machfud Arifin, tampaknya, tidak ingin memberikan peluang bagi banyak nama untuk berlaga dalam pilwali Surabaya pada Oktober mendatang. Setelah PAN, PKB, dan Gerindra, kini giliran Partai Demokrat yang akan memberikan rekomendasi kepada mantan Kapolda Jatim tersebut.

Selain itu, rupanya PKS dan Nasdem memilih kebijakan yang sama. Praktis, tinggal PPP, Golkar, dan PDIP. Dengan komposisi PDIP yang memiliki 15 kursi, tidak ada pilihan bagi Golkar dan PPP untuk memilih calon lain. Machfud dikabarkan juga melobi partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Jika PDIP jatuh, publik Surabaya tidak bakal punya banyak pilihan. Musuh politiknya tinggal calon independen. Itu pun sulit lolos. Bila calon independen tidak lolos, praktis Machfud akan bertarung melawan bumbung kosong.

Mochammad Machmud, ketua tim penjaringan bacawali DPC Demokrat Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya bakal membuka pendaftaran. Dia mengklaim sudah banyak tokoh yang merapat. Namun, semua baru menjalani tahap penjajakan. ’’Pendaftaran resmi baru dibuka besok (hari ini, Red),’’ katanya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya itu menuturkan, Demokrat tidak akan lama-lama membuka pendaftaran. Sebab, menurut dia, orang-orang yang muncul di bursa sudah terbaca. Dari tiga partai selain PDIP, nama-nama yang mendaftar rata-rata sama. Karena itu, sistem penjaringan bacawali di Demokrat bakal dibuat singkat. Jika dalam waktu dua atau tiga hari sudah ada sosok yang dianggap kredibel dan potensial, panitia akan menutup pendaftaran. ’’Gak usah suwe-suwe. Kami ini sudah tertinggal oleh partai lain,’’ ujarnya.

Machmud menilai waktu yang tersisa hingga pendaftaran di KPU (Komisi Pemilihan Umum) tinggal beberapa bulan lagi. Waktu bakal habis bila pendaftaran dibuat berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Partai, menurut dia, masih butuh sosialisasi kandidat ke masyarakat. Tentu ada kriteria ideal yang harus dipenuhi calon. Di antaranya, elektabilitas, popularitas, dan kompetensi.

Menurut Machfud, calon yang dianggap kredibel harus memiliki rekam jejak yang jelas. Khususnya pengalaman memimpin organisasi besar. Sebab, calon yang akan diusung membawahkan kota terbesar kedua di Indonesia. Kredibilitas harus dimiliki. ’’Tetap tidak asal pilih. Harus ada pertimbangan-pertimbangan yang jelas,’’ tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Demokrat tidak bisa mengusung calon sendiri. Sebab, dibutuhkan minimal 10 kursi di parlemen. Sementara itu, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu hanya memiliki empat kursi di DPRD Surabaya.

Beberapa partai berencana membentuk koalisi. Yakni, PAN, PKB, dan Gerindra. Tiga partai itu melakukan deklarasi akhir bulan ini. Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin bakal diusung sebagai calon wali kota.

Machmud mengakui, ada kemungkinan partainya juga akan merapat ke partai koalisi. Namun, semua itu baru bisa diputuskan setelah dilakukan penjaringan. ’’Ada kemungkinan ke sana. Tapi, kami buka pendaftaran dulu karena ini amanah organisasi,’’ jelasnya.

Di tempat terpisah, Plt Ketua DPD Demokrat Jatim Renville Antonio menyatakan sudah mengadakan rapat bersama pengurus DPC pada Selasa malam (21/1). Yang dibahas terkait dengan konstelasi pilwali. ’’Kami jaring aspirasi kader terkait dengan sosok yang paling kuat dalam bursa pilwali,’’ ungkapnya saat dimintai konfirmasi kemarin.

Anggota DPRD Jatim itu menegaskan, seluruh kader dan pengurus memang sepakat mengusung Machfud Arifin. Namun, mekanisme di DPC harus tetap dijalankan. ’’Besok (hari ini, Red) teman-teman di DPC membuka pendaftaran,’’ katanya.

Dia mengakui, partainya memang sedikit terlambat dalam membuka pendaftaran. Sebab, panitia masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari DPP (dewan pimpinan pusat).

Renville pun menyebut rencana deklarasi bersama partai koalisi sebagai wewenang pengurus di tingkat DPC. Sebab, mereka yang dianggap lebih paham peta politik di level akar rumput. Jika Demokrat memang merapat ke Machfud, pensiunan jenderal bintang dua itu bakal diusung empat partai dengan total perolehan dukungan 17 kursi di parlemen

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c14/ano



Close Ads