alexametrics

Dibersihkan Tiap Hari, Sampah Tetap Menumpuk di Sungai Kalisari Damen

22 November 2019, 06:45:24 WIB

JawaPos.com – Pemandangan tak sedap di mata menyambut warga yang melintas di sisi atau atas Sungai Kalisari Damen. Sampah terlihat menumpuk di aliran sungai tersebut. Belum lagi bau menyengat dari limbah rumah tangga yang turut mengganggu orang yang melintasinya. Langkah dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) yang rutin membersihkan aliran tersebut tiap hari terbukti belum ampuh melenyapkan tumpukan sampah.

Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Arif Rusman menyatakan, setiap hari pihaknya menerjunkan tim untuk membersihkan sungai di wilayah Kecamatan Mulyorejo tersebut. Anggota tim mengatakan selalu kewalahan untuk membersihkan sungai tersebut. Alasannya, pembersihan tak diikuti dengan kesadaran warga di aliran sungai untuk membuang sampah di tempat semestinya.

’’Kami selalu bersihkan. Tapi, itu limbah rumah tangga. Seharusnya warga juga membantu kami untuk menjaga lingkungan sungai,’’ ucap Arif.

Tim DKRTH kerap membersihkan alirannya pada pagi. Namun, menjelang siang, kembali muncul sampah di aliran sungai. Hal itu terjadi seiring dengan aktivitas warga di aliran sungai.

Sampai saat ini, menurut Arief, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan aliran sungai memang masih rendah. Karena itu, pemandangan tersebut seakan menjadi hal wajar. ’’Kami akan bersihkan sesuai dengan tugas pokok kami. Harapan besar kami, masyarakat membantu,’’ jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mulyorejo Deddy Sjahrial Kusuma menambahkan, Kecamatan Mulyorejo yang berwenang menjaga kebersihan di lingkungannya juga mempunyai tim kebersihan. Yakni, tim resik. Tim yang dibentuk pihak kecamatan itu berfungsi menjaga kebersihan sungai-sungai kecil di area Mulyorejo.

Meski begitu, kata Deddy, tidak setiap hari dilakukan pembersihan. Selain personel terbatas, luas wilayah Mulyorejo menjadi kendala. Tiap aliran sungai harus dijadwalkan bergiliran. ’’Setiap Rabu tim resik membantu membersihkannya. Apalagi saat hujan turun,’’ imbuhnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, sampah dari berbagai jenis bahan menumpuk di bawah jembatan penyeberangan yang menghubungkan Tegal Mulyorejo Baru dengan Jalan Wisma Permai Tengah II. Fadhil, pengendara sepeda yang melintasi jembatan tersebut, tampak menutup hidungnya. Mahasiswa ITS jurusan arsitektur itu mengaku cukup terganggu dengan bau sampah yang memenuhi aliran sungai. ’’Baunya menyengat kalau siang begini. Tapi, masyarakatnya juga yang seharusnya tidak buang sampah di sungai. Jadinya numpuk gitu,’’ ujar mahasiswa asal Sragen, Jawa Tengah, itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c19/ady



Close Ads