alexametrics

Tetap Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Surabaya

22 Oktober 2021, 14:48:20 WIB

JawaPos.com – Lonjakan kasus baru Covid-19 masih mungkin terjadi. Meski saat ini melandai, warga diminta tidak euforia berlebihan. Sejumlah pelonggaran dalam PPKM level 1 harus dibarengi dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dan ketat.

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo mengingatkan risiko lonjakan kasus Covid-19 pada masa mendatang. Gelombang ketiga bisa saja terjadi. ”Ke depan ini ada banyak pemicu,’’ kata Windhu kemarin (21/10).

Di antaranya, kata dia, disebabkan meningkatnya mobilitas masyarakat. Saat ini pelonggaran lalu lintas sudah dibuka. Kapasitas penumpang angkutan umum maupun angkutan massal sudah diizinkan sampai 100 persen. Kondisi itu sangat rentan menimbulkan kontak fisik antarorang. Dalam waktu dekat, juga ada libur panjang. Yaitu, momen Natal dan tahun baru. ”Berkaca pada pengalaman sebelumnya, kasus selalu meningkat setelah libur panjang. Ini harus diwaspadai,’’ imbuh Windhu.

Dia meminta agar berbagai upaya pencegahan harus dimaksimalkan. Salah satunya, memaksimalkan pemanfaatan platform PeduliLindungi.

Aplikasi itu sangat penting untuk fungsi skrining ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah. Jangan sampai aplikasi PeduliLindungi hanya dipasang sebagai formalitas. ”Harus ada monitoring penggunaannya oleh Satgas Covid-19 (Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Red),’’ paparnya.

Pihaknya sangat berharap bahwa momen libur panjang, Natal, dan tahun baru bisa dilewati dengan aman. Dengan demikian, tidak sampai timbul lonjakan kasus baru.

Nah, jika sampai awal 2022 tidak ada kenaikan persebaran Covid-19, Windhu optimistis warga Surabaya dan sekitarnya bisa hidup normal dengan penerapan protokol kesehatan. Oleh karena itu, lanjut dia, vaksinasi menjadi faktor penting dalam penanganan Covid-19 untuk membentuk herd immunity. ”Kita dukung pemkot untuk bantu meningkatkan cakupan vaksinasi di wilayah aglomerasi agar Kota Surabaya lebih aman,’’ tegasnya.

Dekan FKM Unair Dr Santi Martini menilai, ancaman persebaran virus SARS-CoV-2 masih sangat tinggi. Kondisi itu terpantau di sejumlah negara. Saat ini kasus persebaran Covid-19 di negara lain masih fluktuatif. Bahkan, kasus di beberapa negara masih dapat dikatakan tinggi. ”Beberapa negara tersebut (yang kasusnya masih tinggi, Red) dekat dengan negara kita,’’ ujar Santi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c6/git




Close Ads