SMA Swasta Minta BPOPP Digenapkan 12 Bulan

22 September 2022, 15:48:55 WIB

JawaPos.com – Keluhan soal operasional sekolah masih menjadi sambatan beberapa sekolah, terutama yang swasta. Mereka berharap biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) yang diberikan bisa dialokasikan untuk 12 bulan. Di satu sisi, Dewan Pendidikan Jatim mendorong ada kepedulian antar-orang tua siswa untuk membantu siswa lain.

Kepala MKKS SMA Swasta di Surabaya Hadi Sukiyanto mengatakan, saat ini BPOPP dari Pemprov Jatim hanya diberikan untuk enam bulan. Hal itu dirasa tidak cukup.

Apalagi, dalam proses administrasinya, sekolah harus membagi Rp 135.000 BPOPP per bulan untuk kebutuhan dua bulan.

Memang, saat ini ada rencana untuk memberikan tambahan BPOPP. Yakni, totalnya untuk delapan bulan. Namun, menurut MKKS, hal itu belum cukup karena hanya sedikit mengurangi beban siswa.

’’Daripada seperti itu, kami meminta BPOPP dikurangi saja dan dicukupkan untuk 12 bulan. Misalnya, satu bulan bisa menerima Rp 120.000, tapi dialokasikan untuk 12 bulan,’’ katanya.

Hal itu tidak hanya membantu, tapi juga menyederhanakan saat pembukuan dilakukan sekolah. Daripada dialokasikan 6 atau 8 bulan dan sekolah sendiri yang harus membagi. ’’Karena itu, kami berharap demikian. Lebih besar lagi harapannya bisa dibantu semua sampai 12 bulan,’’ ujarnya.

Sementara itu, untuk bantuan operasional yang rencananya diberikan oleh Pemkot Surabaya, sampai saat ini belum ada tindak lanjut lagi. Hadi mengatakan, belum jelas apakah yang mendapat bantuan itu semua siswa asal Surabaya atau hanya yang status ekonominya lemah.

’’Yang ada ini bantuan alokasi dari beasiswa SMA, jumlahnya Rp 200 ribu dan seragam. Ini pun masih banyak data yang belum klir,’’ katanya.

Anggota Dewan Pendidikan Jatim Ali Yusa mengungkapkan, prinsipnya biaya pendidikan itu ditanggung pemerintah. Ketika ada pemisahan pengelolaan, hal tersebut tidak menjadi kendala. Semua wilayah, baik pemkot maupun pemda, bisa ambil peran.

’’Saya kira ketika Pemkot Surabaya ingin berperan, itu merupakan suatu hak yang baik. Toh, kepentingan yang dibawa bukan untuk perorangan. Melainkan untuk warga Surabaya yang sekolah di sana juga,’’ ujarnya.

Karena itu, dia berharap apa yang diinginkan Pemkot Surabaya untuk mendukung pendidikan menengah bisa segera terwujud. Baik dalam bentuk bantuan operasional maupun bantuan lainnya. Gotong royong itu salah satu cara meningkatkan kualitas SDM di Jatim dan Surabaya.

’’Atau bisa dengan cara lain. Misalnya, orang tua yang kaya membantu siswa miskin. Dengan catatan, ada transparansi yang jelas di sana. Komite sekolah juga dilibatkan untuk mengawasi,’’ tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini: