alexametrics

Inovasi Hasilkan Nilai Tambah Hingga Rp 250 Miliar

22 September 2021, 18:38:09 WIB

JawaPos.com – Petrokimia Gresik mampu menghasilkan nilai tambah hingga Rp 250 miliar melalui inovasi yang diciptakan sepanjang 2020. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa dari total value creation tersebut, sebesar 25 persen atau Rp 64,9 miliar berkontribusi langsung terhadap laba perusahaan (direct financial benefit).

“Para inovator telah melakukan improvement serta memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan. Sebab melalui inovasi, Petrokimia Gresik terbukti bisa terus tumbuh dan mampu menjawab tantangan di tengah pandemi,” ujar Dwi Satriyo dalam keterangan pers.

Selain menghasilkan value creation yang cukup besar, Dwi Satriyo juga mengungkap keterlibatan karyawan dalam gelaran konvensi inovasi tahun ini yang perlu diapresiasi. Yakni, mencapai 71,2 persen dari total karyawan, dan tergabung dalam 1.039 gugus inovasi.

“Ini menjadi bukti bahwa Inovasi telah menjadi DNA bagi kami dan telah menjadi bagian dari strategi pengembangan perusahaan,” tandasnya.

Apresiasi perusahaan diberikan melalui Innovation Awards Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) Ke-35 yang digelar secara virtual di Gresik, Jawa Timur, Rabu (22/9). Innovation Award merupakan wadah apresiasi untuk para inovator perusahaan dan anak perusahaan.

Dia berharap konvensi inovasi ini mampu menjadi katalis dalam percepatan pertumbuhan perusahaan dan menjadi dasar pembentukan karakter di lingkungan Petrokimia Gresik dan anak perusahaan, serta mendorong karyawan Petrokimia Gresik, terutama generasi milenial, agar terus berpikir kreatif dan inovatif.

“Perusahaan membutuhkan berbagai terobosan untuk menjadi solusi agroindustri dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Melalui inovasi, perusahaan telah banyak melakukan perbaikan dan peningkatan dari segi kualitas produk, proses bisnis, optimalisasi teknologi, pelayanan, organisasi, dan sebagainya,” tandasnya.

Sejumlah inovasi pada 2020 mampu mengantarkan Petrokimia Gresik berhasil meraih empat predikat 3 Stars atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional 26th Asia Pacific Quality Organization (APQO) yang dilaksanakan secara virtual di Perth, Australia..

Dalam ajang yang diikuti 57 tim dari berbagai negara ini, Petrokimia Gresik mengirim empat gugus yakni Gugus Inovasi Operasional (GIO) Digital Office, GIO Fleksi, Sistem Saran (SS) Kuantitatif dan SS Sludar Sludur, yang sebelumnya juga telah berprestasi di tingkat nasional pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2020.

“Seluruh tim yang kami kirim berhasil meraih predikat “3 Stars” yang merupakan kategori tertinggi di ajang ini,” imbuh Dwi Satriyo.

Inovasi yang diciptakan oleh GIO Digital Office mampu menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. Inovasi tersebut mampu menyumbangkan penghematan sebesar Rp 839,6 juta dalam waktu 13 bulan. Selanjutnya, inovasi dari GIO Fleksi berhasil menurunkan Downtime Pabrik Urea karena kegagalan bahan baku dari 67,7 jam per bulan menjadi 31,5 jam per bulan. Inovasi ini mampu menghasilkan potensi penghematan hingga Rp 252 miliar dalam waktu tujuh bulan.

Sedangkan SS Kuantitatif mampu menjaga kualitas Pupuk ZA impor agar tetap sesuai standar dengan Metode Volumetri, sehingga mengurangi potensi kerugian perusahaan akibat komplain dari end-user. Terakhir, SS Slundar Slundur sukses memanfaatkan limbah padat hasil kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bahan baku filler pada Pupuk NPK. Berdasarkan perhitungan verifikasi kinerja keuangan, penerapan inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar Rp 2,9 miliar dalam setahun.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads