alexametrics

Pusat KA Lokal-Komuter Surabaya di Stasiun Semut

22 September 2019, 17:48:57 WIB

JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI), tampaknya, cukup serius menghidupkan Stasiun Semut atau Stasiun Surabaya Kota di Kelurahan Bongkaran, Pabean Cantian. Perusahaan berpelat merah itu punya skenario besar untuk membuat stasiun legendaris tersebut kembali berjaya. Nanti Stasiun Semut jadi pusat pengoperasian seluruh KA lokal dan KA komuter yang singgah di Kota Pahlawan.

Saat ini tempat pemberangkatan dan pemberhentian KA lokal serta KA komuter di wilayah Daop 8 Surabaya memang berpencar. Sebagian penumpang naik atau turun di Stasiun Surabaya Kota. Lainnya masuk melalui Stasiun Pasar Turi dan Gubeng.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan bahwa rencana pemusatan layanan KA lokal dan KA komuter ke Surabaya Kota sudah matang. Proses itu telah melalui kajian. Hanya, waktunya belum bisa didetailkan.

’’Yang jelas, pada 2020 sistem layanan anyar sudah diterapkan. Kami targetkan secepatnya bisa dilaksanakan,’’ kata Suprapto. Dia menegaskan bahwa pengubahan rute kereta memang tidak gampang. Selain menata jalur, KAI harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dengan adanya kebijakan PT KAI, otomatis jumlah kereta yang parkir di Stasiun Semut bertambah. Bakal ada 26 KA lokal dan 20 KA komuter yang rutin singgah di stasiun yang diresmikan pada 1878 tersebut. Mereka memiliki jalur yang berbeda-beda. Ada yang lewat utara. Ada pula yang melalui jalur selatan.

’’Dengan begitu, kami berharap perekonomian masyarakat di sekitar stasiun (Stasiun Semut, Red) bisa terangkat,’’ kata Suprapto. Dia menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya penataan. Hal itu tidak sebatas pada pemolesan bangunan.

PT KAI juga menambah fasilitas di Stasiun Semut. Termasuk revitalisasi jalur kereta yang sudah puluhan tahun tidak dipakai. Rel juga bakal diperbarui untuk mendorong kapasitas kereta mangkal.

Bukan hanya itu, penataan juga dilakukan pada kegiatan perbengkelan. Aktivitas perbaikan gerbong rusak yang selama ini dilakukan di Stasiun Surabaya Kota bakal dipindahkan. Rencananya, seluruh pengelasan dialihkan ke Sidotopo.

Suprapto menegaskan bahwa instansinya juga telah membuat skenario pascaretorasi atau pemugaran rampung. Nanti gedung cagar budaya yang saat ini dipugar dipakai untuk tempat menurunkan penumpang. Sementara itu, titik pemberangkatan dan pemesanan tiket tetap dilakukan di gedung Indo Plaza yang berjarak 200 meter.

Selain mempertimbangkan strategisnya stasiun, KAI melihat tingginya jumlah penumpang di Stasiun Semut. Sehari ada empat kereta dengan rata-rata 800 penumpang. Mayoritas melakukan perjalanan pulang pergi (pp) Surabaya–Malang.

Perlu diketahui, Stasiun Semut yang juga disebut Stasiun Bibis dikenal sebagai salah satu bagian dari masterpiece sejarah perkeretaapian dunia, khususnya Benua Asia. Dulu, fasilitas transportasi itu banyak disinggahi kereta yang mengangkut hasil bumi di Jatim. Lokasinya dianggap strategis karena berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Pasar Atom, dan Kembang Jepun

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c15/nor



Close Ads