alexametrics

Evaluasi PPKM Darurat 3–20 Juli di Jatim: Mobilitas Antarwilayah Turun

22 Juli 2021, 13:48:24 WIB

JawaPos.com – Pelaksanaan PPKM darurat periode 3–20 Juli telah berakhir. Pemerintah memutuskan memperpanjang hingga 25 Juli. Setelah itu, jika sejumlah syarat terpenuhi, PPKM akan dibuka secara bertahap.

Berdasar evaluasi Satgas Covid-19 Jatim, beberapa sektor mengalami tren positif pasca berakhirnya PPKM. Selain melandainya pertambahan kasus baru positif Covid-19, mobilitas maupun aktivitas masyarakat di sejumlah sektor mengalami penurunan.

Berdasar data hasil evaluasi satgas, penurunan mobilitas terjadi di sejumlah sektor. Di antaranya, sektor industri/perkantoran yang turun 23 persen. Penurunan juga terlihat di sektor wisata.

Namun, ada juga sektor yang mengalami kenaikan. Di antaranya, sektor toko pangan dan farmasi (meningkat 9 persen). Itu terjadi karena kebutuhan obat meningkat selama pandemi Covid-19 naik.

Penurunan paling tinggi dialami sektor rekreasi dan ritel, yakni mencapai 25 persen. PPKM darurat menuntut perusahaan memberlakukan work from home atau membatasi karyawan yang masuk. Dampaknya, aktivitas pada sektor kerja turun 23 persen. ”Dampak PPKM darurat selama dua pekan cukup tampak,’’ kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril.

Sementara itu, penurunan tertinggi terjadi pada sektor transportasi, baik angkutan pribadi maupun moda transportasi massal. Penurunannya mencapai 56 persen. Aturan penyekatan yang diberlakukan di beberapa kota membuat warga memilih berdiam diri di rumah.

Kasubdit Dalops Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan S. Ajie Panatagama mengatakan, selama PPKM darurat berlangsung, sejumlah titik simpul di Jatim memang dipantau. ”Khususnya di Terminal Purabaya dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi,” katanya.

Dari pantauan itu, tercatat terjadi banyak penurunan aktivitas kendaraan. Yang paling tinggi penurunannya adalah angkutan bus. Aturan ketat persyaratan naik dan mengemudikan kendaraan umum menjadi salah satu penyebab.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/elo/c7/ris

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads