alexametrics

40 Persen Nakes di Surabaya Sudah Terpapar Korona

22 Juli 2021, 15:39:23 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang belum terkendali membuat metropolis masuk dalam daerah risiko tinggi. Saat ini Surabaya berubah status menjadi zona merah. Selain Kota Pahlawan, ada 32 kabupaten/kota lainnya yang berstatus zona merah. Di antaranya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

Kawasan Surabaya Raya juga termasuk dalam level 4. Itu tertera dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali. ’’Tentu ini langsung kita sikapi dan dibuat langkah-langkah penanganan,’’ kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto, Rabu (21/7).

Dia menyampaikan, langkah penanganan sudah ada dalam surat edaran (SE) wali kota sebelumnya. Yaitu, ketika PPKM darurat diberlakukan kali pertama. Namun, pihaknya juga segera menyusun SE wali kota yang baru untuk pendukung Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 tersebut.

’’Itu pasti. Tujuan utama kita bagaimana agar kasus ini bisa segera landai,’’ sambung anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Henry Simanjuntak.

Pihaknya berharap kerja sama yang baik dari semua masyarakat. Warga diminta untuk tetap berada di rumah. Kalaupun harus terpaksa keluar, mereka wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Khususnya mengenakan masker rangkap dan menghindari keramaian orang. ’’Kami mohon masyarakat stay at home. Kalaupun terpaksa sekali (keluar rumah, Red), jangan lupa prokes,’’ imbuh Henry.

Petugas medis sudah menyadari bahwa Surabaya masuk dalam zona merah persebaran Covid-19. Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar SpOG berharap masyarakat menyadari bahwa kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja.

’’Kita sekarang dalam kondisi darurat dan genting. Mohon kondisi ini disadari semua pihak,’’ imbuhnya.

Saat ini, sambung dia, batasan antara orang yang terpapar dan tidak semakin samar. Sebab, banyak orang yang sebetulnya sudah terpapar, tapi tetap melakukan mobilisasi. Nah, kondisi itu memicu tingkat penularan yang makin tinggi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads