Butuh ATM Center hingga Musala untuk Tarik Pengunjung ke Pasar

22 Mei 2022, 13:48:02 WIB

JawaPos.com – Pembenahan pasar yang direncanakan Pemkot Surabaya disambut baik para pedagang. Namun, para pedagang dan masyarakat berharap pembenahan bisa segera dilakukan. Seperti melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang.

Koordinator Operasional Pasar Gunung Anyar Kemas A. Chalim menyebutkan, pihaknya ingin diskumdag bisa melengkapi sarana pendukung di tempatnya. Sebab, hal itu yang juga memengaruhi maju tidaknya pembeli untuk datang. Jika dibiarkan, pasar akan kalah bersaing dengan tempat lain.

”Kami sudah mengajukan agar di pasar ini bisa ditaruh ATM center. Apalagi, posisi pasar sangat strategis, hanya 50 meter dari nol MERR. Sehingga orang yang butuh bisa belok ke sini,” katanya.

Menurut Kemas, pembenahan lain seperti penyediaan musala juga perlu. Sebab, pasar di tempatnya buka dari pagi hingga sore. Sehingga musala bisa menunjang kegiatan pedagang dan pembeli.

”Pasar ini memang sifatnya lumintu, artinya pembeli itu sifatnya datang dan pergi. Memang sampai saat ini masih ada beberapa stan yang kosong. Nah, usul kami, Pasar Gunung Anyar bisa diisi produk-produk lokal saja,” jelasnya.

Terpisah, analis perdagangan bidang distribusi Diskumdag Surabaya Nurdin Risno Jumanto mengungkapkan, konsep pasar higienis belum direncanakan untuk diterapkan di Pasar Jambangan dalam waktu dekat. Sebab, beberapa aspek masih belum mendukung, misalnya kelayakan sarana-prasarana (sarpras) dan keaktifan kegiatan perdagangan.

”Memang ada rencana menuju ke sana. Namun, gapnya masih lumayan jauh,” ucapnya.

Nurdin menambahkan, diskumdag saat ini masih fokus meramaikan Pasar Jambangan. Pendataan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk diminta mengisi kios yang kosong juga telah selesai dikoordinasikan dengan pihak kelurahan beserta kecamatan.

Sebab, saat ini, dari 114 kios yang tersedia di pasar dua lantai tersebut, hanya sekitar 50 kios yang masih aktif. ”MBR di luar Kecamatan Jambangan juga bisa daftar. Asalkan memiliki surat usaha dari kecamatan domisili,” jelasnya.

Nanti di Pasar Jambangan dilakukan penambahan beberapa fasilitas untuk mendukung penerapan konsep pasar higienis. Seperti pengadaan instalasi pembuangan air limbah (IPAL); pengelolaan ramah lingkungan sisa dagangan dengan konsep reduce, reuse, recycle (3R); serta penambahan ruang laktasi dan pos ukur ulang.

”Kami juga lakukan penataan akses untuk penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/dho/c9/ady

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads