alexametrics

Kasus Covid-19 di Surabaya Jadi Tinggi karena Makin Masifnya Tes Cepat

22 Mei 2020, 19:15:39 WIB

 JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan alasan tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Surabaya dalam sehari pada Kamis (21/5). Jumlahnya mencapai 311 orang positif, hal itu karena pemerintah kota menggelar rapid test atau tes cepat secara masif.

”Yang ingin saya sampaikan, kenaikan ini karena kita masif melakukan rapid test dan kemudian kalau reaktif ditindaklanjuti dengan swab,” kata Risma seperti dilansir dari Antara saat rapat evaluasi pelaksanaan PSBB bersama jajaran kepolisian dan TNI di Graha Sawunggaling, Surabaya, pada Jumat (22/5).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Berdasar laman lawancovid-19.surabaya.go.id pada Kamis (21/5) ada kenaikan warga yang terkonfrmasi positif sebanyak 311 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 48 orang merupakan orang dengan risiko (ODR). Sehingga jumlah total warga positif Covid-19 di Surabaya mencapai 1.566 orang.

Menurut Risma, sebanyak 48 warga berstatus ODR tersebut merupakan hasil rapid test yang selama ini digelar Pemkot Surabaya secara masal di sejumlah lokasi. Terutama daerah yang terdapat warga menjadi penularan Covid-19.

”Kenapa kemudian kami bisa memantau siapa saja yang terkonfirmasi karena setelah kami membuat klaster, kemudian kami menghubungkan dengan data kependudukan. Misalnya di daerah Rungkut,” kata Risma.

Risma menjelaskan, situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai dukungan yang mengalir itu akan membantu pemkot dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. ”Dengan support ini saya percaya kita bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan tepat. Sering kali kita lakukan negosiasi atau upaya persuasif saat meminta mereka (warga yang terkonfirmasi) untuk ke rumah sakit,” tutur Risma.

Selain itu, kata dia, telah dibuat rumah sakit darurat di Surabaya, salah satunya Asrama Haji Surabaya yang disulap menjadi ruang isolasi dan perawatan pasien. Hal itu dilakukan karena beberapa rumah sakit tidak menerima pasien anak-anak, sehingga diputuskan untuk diisolasi di tempat tersebut. ”Jadi satu keluarga dimasukkan ke sana. Mengingat rumah sakit tidak dapat menampung anak-anak. Kita juga kasih mainan,” ujar Risma.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, untuk mengatasi pandemi di Kota Surabaya, pihaknya bersama jajaran TNI mendukung penuh upaya pemerintah. Namun demikian, dia berharap masyarakat bisa meningkatkan kedisiplinan. ”Disiplin ini sekarang adalah vaksin Covid-19. Ini lah cara kami untuk mendukung Bu Risma, kuncinya adalah disiplin. Mari kita sosialisasikan secara masif melalui kanal sosmed (sosial media) masing-masing. Disiplin adalah vaksin korona,” kata Fadil.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads