alexametrics

Penggiat Lingkungan, Andhini Miranda, Konsisten Terapkan Zero Waste

22 Februari 2021, 06:48:11 WIB

Gaya hidup mengurangi sampah memang tidak mudah. Keluarga Andhini Miranda sudah membuktikannya. Dia konsisten mengurangi produksi sampah rumah tangganya hingga kini.

RUMAH tangga merupakan penyumbang sampah terbesar di tempat pembuangan akhir (TPA). Apalagi, dengan adanya pandemi, semakin banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah saja. Makin banyak pula sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Terutama dari produk yang menggunakan material sekali pakai.

Hal itu disadari Andhini Miranda, pegiat lingkungan yang menerapkan gaya hidup minim sampah bersama keluarganya. Gaya hidup tersebut dimulainya sedikit demi sedikit sejak 2012. Tetapi, bagi Andhini, gaya hidup tersebut baru benar-benar efektif dan terasa signifikan dampaknya pada 2018. ”Saat itu kami memutuskan untuk meniadakan tempat sampah di rumah,” jelasnya. Tak cukup hanya mengurangi tempatnya, sampahnya pun ikut dikurangi. Sampah-sampah organik diolah menjadi pupuk organik. Bagaimana dengan sampah nonorganik? ”Bukan dipilah, melainkan dicegah semaksimal mungkin. Jangan sampai ada sampah nonorganik. Kalaupun terpaksa ada, pilah sesuai material dan disetor segera ke pelaku daur ulang yang kredibel,” lanjutnya.

Terhitung sejak November 2018, mereka benar-benar berhenti membuang sampah ke TPA. ”Dan sampah residu yang saya-suami-anak hasilkan sejak November 2018 hingga Desember 2020 hanya sebanyak tiga botol kecil, dengan total berat 1 kilogram,” ujarnya.

Untuk memulai, Andhini menyarankan langkah awal dari menggali informasi. ”Setelah itu, bikin daftar produk sekali pakai yang digunakan sehari-hari, dari bangun hingga tidur,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : deb/c13/ai




Close Ads