alexametrics

Rekom untuk Pilwali Surabaya Belum Turun, Armuji Terus Gerilya

22 Februari 2020, 20:35:52 WIB

JawaPos.com – Munculnya nama Kepala Bappeko Eri Cahyadi di pusaran pilwali Surabaya dipermasalahkan karena statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Setelah dinyatakan Bawaslu tidak bersalah, baliho bergambar Eri bermunculan sejak kemarin.

Tim Armuji yang memasangnya. Bakal calon wakil wali kota (bacawawali) dari PDIP itu sudah sesumbar akan mengganti 19 baliho yang selama ini hanya menampilkan foto dirinya. Janji itu ditepati. ’’Yang di Nginden proses memasang. Yang di dekat Stikom sudah. Tapi nanti semua diganti,’’ ujar Armuji kemarin.

Mantan ketua DPRD Surabaya itu tidak takut pemasangan baliho tersebut bakal dipermasalahkan Bawaslu. Dia sudah mengonsultasikan permasalahan tersebut ke sejumlah pakar hukum. Balihonya baru bisa dipermasalahkan jika Eri terlibat langsung dalam pemasangannya.

Armuji menegaskan bahwa Eri tidak ikut dalam pendanaan, bahkan koordinasi dengan pemasangannya. Armuji mengatakan bahwa semua merupakan inisiatifnya. Dia merasa berhak memasang baliho dengan gambar calon mana pun. Terlebih, rekom dari partai belum turun. ’’Kecuali sudah ada rekom. Semua kader harus mematuhinya. Nah, kalau sekarang kan masih bebas,’’ kata Armuji.

Dia sudah memasang baliho terkait pilwali sejak akhir tahun lalu. Menurut dia, pemasangan itu sangat memengaruhi rekom dari partai. Semakin banyak baliho yang dipasang, tingkat popularitas dan elektabilitas bisa naik. Selain itu, pemasangan baliho menunjukkan keseriusan salah satu calon.

Jawa Pos mengonfirmasi keberadaan baliho-baliho tersebut ke Ketua Bawaslu Surabaya Agil Akbar. Dia tidak mengatakan baliho tersebut melanggar ketentuan pemilu. ’’Pertama, belum ditetapkan sebagai calon. Kedua, belum masa kampanye,’’ jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c15/ano



Close Ads