alexametrics

Tipu Distributor, Edit Struk Pakai Aplikasi, Dicetak Pakai Printer

21 November 2020, 12:48:12 WIB

JawaPos.com – Asep Nurdiana membuat struk transfer palsu sendiri. Dia mempelajari caranya secara otodidak. Warga Cimahi yang indekos di Jalan Kupang Krajan itu menyebut idenya muncul spontan setelah berselancar di dunia maya. Berdasar pemeriksaan, peralatan yang dipakai cukup sederhana. Asep hanya mengandalkan smartphone. Dia memanfaatkan sebuah aplikasi untuk mengedit struk.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menerangkan, tersangka meniru bentuk fisik bukti transfer asli agar tidak menarik kecurigaan. Mulai pola tulisan sampai tata letaknya. Desain struk transfer palsu itu lantas dicetak lewat printer. ”Mirip dengan bukti transfer asli hasilnya,” katanya.

Menurut Sudamiran, tersangka juga memakai trik lain agar aksinya tidak terdeteksi. Setelah mengirim foto bukti transfer palsu, Asep terus menekan pegawai distributor sembako yang ditipu untuk segera mengirim barang. ”Biar korbannya tidak sempat mengecek transaksi di rekening,” ujarnya.

Untuk meyakinkan bahwa semua uang sudah terkirim, tersangka membuat lima struk palsu sekaligus. Sebab, Asep menyadari adanya limit pengiriman. Dia juga langsung membuang struk transfer palsu buatannya untuk menghilangkan jejak.

Sudamiran menambahkan, tersangka merancang aksi penipuan dengan matang. Asep sudah lebih dulu mencari penadah sebelum mengirim bukti transfer palsu. Jadi, dia bisa langsung mendapat untung.

Dalam penyidikan, ungkap Sudamiran, tersangka mengaku baru sekali menjalankan modus penipuan tersebut. Asep beralasan baru coba-coba. ”Masih dikembangkan penyidik. Modus seperti itu belakangan sering terjadi di beberapa daerah,” paparnya.

Sudamiran mengimbau masyarakat lebih waspada agar tidak menjadi korban kejahatan modus serupa. Di antaranya dengan tidak mudah percaya bukti transfer yang dikirim lewat foto. ”Harus dipastikan ada tidaknya uang yang masuk ke rekening sebelum transaksi sesuatu,” tuturnya.

Untuk mempermudah pengecekan transaksi pada rekening, sebaiknya masyarakat menggunakan mobile banking atau internet banking. Dengan begitu, pengecekan menjadi mudah. ”Kalau tidak, harus melakukan pengecekan ke mesin ATM atau bank,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, distributor sembako tertipu oleh pembeli yang mengirim struk transfer palsu. Tersangka mengaku sudah mentransfer uang dan meminta penjual mengirim segera sembako yang dibeli. Belakangan diketahui, uang belum ditransfer dan struk tersebut palsu.

Barang Hasil Kejahatan Dijual Setengah Harga

Kanitharda Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha memastikan adanya penadah dalam kasus tersebut. Jajarannya kini memburunya.

”Dari pendalaman kami, ada yang berperan menampung sembako yang dipesan tersangka,” ujarnya.

Identitas penadah itu sudah dikantongi. Giadi optimistis dalam waktu dekat buronnya tertangkap. Giadi menerangkan, tersangka cukup cerdik untuk menarik perhatian penadah. Asep menjual sembako dengan setengah harga normal di pasaran. ”Makanya, ada yang mau langsung membeli dalam jumlah banyak,” kata alumnus Akpol 2012 tersebut.

Menurut analisisnya, penadah mengetahui asal-usul sembako yang dibeli tidak jelas. Sebab, transaksi yang dilakukan juga tidak wajar. Asep memintanya menunggu di sekitar Jembatan Suramadu. ”Didrop di sana. Dari kendaraan distributor yang ditipu, muatan dipindah ke kendaraan penadah,” terangnya.

Asep punya cara tersendiri untuk meyakinkan distributor sembako yang ditipu. Dia berkilah toko sembakonya berada di Madura. Jaraknya jauh. Jadi, muatan hanya diminta diantar ke Jembatan Suramadu.

Giadi menuturkan, pihaknya tidak sampai melibatkan ahli dalam mengusut perkara itu. Sebab, alat bukti yang dikantongi penyidik sudah cukup. Dua di antaranya adalah rekening koran dari distributor yang ditipu tersangka dan bukti struk transfer palsu tersangka. ”Unsur pidana sudah memenuhi karena di rekening korban tidak ada transaksi,” paparnya.

Dia menambahkan, pengakuan tersangka yang berdalih baru sekali memakan korban masih dikesampingkan. Dia enggan menelannya mentah-mentah. ”Yang bermain sudah bisa disebut sindikat yang terstruktur,” ungkapnya.

TRIK PENIPUAN MODUS STRUK TRANSFER PALSU

  • Tersangka mengedit struk asli dengan menggunakan aplikasi. Nomor rekening tujuan diubah sesuai dengan target.
  • Hasil editan dicetak menggunakan printer dengan ukuran dan warna yang sama dengan struk asli.
  • Tersangka menyiapkan lebih dari satu struk untuk menghindari kecurigaan karena ada jumlah maksimal dana yang ditransfer.
  • Tersangka sudah menyiapkan penadah untuk menampung sembako yang dibeli.

Sumber: Polrestabes Surabaya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c7/c9/eko



Close Ads