alexametrics

Dear Warga Surabaya, Waspadai Hujan Deras Dibarengi Petir

21 November 2020, 12:03:56 WIB

JawaPos.com – Musim hujan tinggal menunggu beberapa hari lagi. Jumat (20/11) sebagian langit kota metropolis, terutama kawasan barat, tampak mendung. Sesekali, angin berembus kencang.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana menjelaskan bahwa pihaknya mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca ekstrem untuk wilayah Surabaya. Peringatan dini itu berlaku pada 20–22 November. Selama tiga hari tersebut, masyarakat diminta lebih waspada. ”Karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi,” terang Taufan.

Bukan hanya itu, lanjutnya, hujan yang terjadi juga disertai petir atau kilat. Cuaca Surabaya terpantau hujan pada 21–22 November. ”Pada 21 November malam, prakiraan Surabaya hujan. Kemudian, hari ini (20/11, Red) diperkirakan pagi hujan ya,” ungkapnya.

Suhu Surabaya kemarin pun tidak seperti biasa. Sejak pukul 13.30 hingga pukul 15.00, suhu terpantau 32–33 derajat Celsius. Padahal, beberapa hari lalu suhu Surabaya mencapai 34 derajat Celsius pada jam yang sama.

Taufan mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan turun. Baik itu hujan dengan intensitas ringan maupun sedang. Sebaiknya masyarakat berteduh di dalam bangunan.

Sementara itu, bagaimana dengan kondisi perairan? Taufan menyebutkan bahwa ketinggian gelombang laut di Selat Madura mencapai 0,3–0,8 meter. Kemudian, ketinggian gelombang di Laut Jawa bagian timur 0,5–1,5 meter dan 1,3–2,8 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. ”Waspada tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur ya,” tuturnya.

Musim hujan identik dengan tren kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tak ingin kecolongan dengan jumlah penderita DBD naik, Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas kesehatan (dinkes) mengoptimalkan para kader juru pemantau jentik (jumantik) di setiap wilayah. Jumantik berada di bawah koordinasi kelurahan dan kecamatan.

Utami, kader jumantik RW 02, UKA Sememi, Kecamatan Benowo, mengungkapkan bahwa aktivitas kader sempat berhenti akibat pandemi. Sejak pandemi sekitar Maret sampai Juli, mereka tidak beraktivitas. ”Lalu, sejak Agustus hingga bulan ini mulai lagi,” ucapnya.

Dalam sebulan, Utami bersama 59 kader lainnya mendatangi rumah-rumah warga sebanyak dua kali. Lantas, apa yang dilakukan para kader? ”Kami memeriksa kamar mandi hingga tempat penampungan air seperti dispenser atau tempat makan burung,” papar Utami.

Terpisah, Lurah Sememi Hanna mengimbau para kader untuk tetap patuh protokol kesehatan saat menjalankan tugas sebagai kader jumantik. Dia menuturkan bahwa para kader juga harus menjaga kesehatan. ”Sepanjang tahun ini, hanya ada tiga kasus DBD di Sememi ya. Kami tetap harus memantau ke warga-warga untuk menjaga kebersihan,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c14/git



Close Ads