alexametrics

Terlibat Kelompok Begal Kalianak, Polisi Curigai Empat Pelaku Lain

21 November 2019, 18:14:46 WIB

JawaPos.com – Langkah polisi memburu komplotan begal Kalianak berlanjut. Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, identitas pelaku lain terungkap. Karena itu, penyelidikan kasus tersebut dikembangkan lagi.

”Sambil menunggu proses penangkapan, akun Facebook pelaku kami telusuri,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto kemarin (20/11).

Akun Facebook tersebut ditelusuri karena pembegalan diduga direncanakan di media sosial. Dari sana, pelaku mengintai siapa yang akan dimangsa hingga eksekusi. Polisi juga menduga dalam menjalankan aksi kejahatan, mereka selalu membuat akun palsu yang berbeda. Bukan hanya akun bernama Devina.

”Sudah bisa ditebak, pasti mereka membuat akun-akun lain untuk memikat korban. Tujuannya, korban tidak merasa curiga,” ujar Agus.

Pendalaman akun media sosial, lanjut Agus, difokuskan pada akun milik DIW yang merupakan bos komplotan begal tersebut. Dari penelusuran itu, jejaring komplotan begal Kalianak bisa diketahui. Mulai anggotanya, titik biasa mereka beraksi, hingga strategi perencanaannya Melihat modus operandi pelaku, Agus memprediksi jaringan pelaku tidak sebatas berada di Kalianak, tapi menyebar di seluruh wilayah Surabaya. ”Saya yakin komplotan begal ini mempunyai jaringan yang luas dan anggotanya berganti-ganti,” ucapnya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga mengatakan sudah mengendus identitas empat pelaku lain. Untuk memastikan kebenarannya, polisi melakukan pengintaian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa mereka merupakan komplotan begal yang kerap beraksi di Kalianak. Para pelaku berasal dari lokasi yang berbeda. Namun, mereka kerap berpesta minuman keras (miras) di lokasi yang sama. Dari situlah, mereka mengenal satu sama lain. ”Karena sering ngombe bareng dan satu profesi, akhirnya mereka kompak menjalankan aksi begal secara bersama-sama,” kata Dimas.

Kemudian, hasil perampasan tersebut dijual ke Madura. Nominalnya pun berbeda, bergantung jenis kendaraan yang didapatkan. Harganya berkisar Rp 1 juta–Rp 5 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat pelaku perampasan, yakni Galang Saputro, 18; Mochamad Romadhon, 19; Rahmat, 24; dan DIW, 17, ditangkap petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Komplotan begal tersebut dikendalikan DIW yang masih belia. Selama ini kelompok itu menggunakan akun palsu untuk merayu korban. Mereka menyaru perempuan cantik. Setelah korban terjerat, pelaku merampas barang-barang berharga milik mereka.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c7/git



Close Ads