alexametrics

Lebih Cepat dan Murah, Inovasi PCR Test Kit Unair Mangkrak

21 Oktober 2021, 20:49:32 WIB

JawaPos.com- Bukan hanya Vaksin Merah Putih platform Unair yang kini tinggal menunggu tahap uji klinis. Sejatinya, Unair juga memiliki inovasi polymerase chain reaction (PCR) test kit. Sayang, inovasi tersebut terkendala dalam proses hilirisasi.

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyatakan, PCR test kit merupakan beberapa inovasi yang diciptakan para peneliti Unair sejak lama. Namun, hingga saat ini, inovasi tersebut masih terhenti untuk menuju tahap produksi massal. ’’Sudah lama, hampir satu tahun. Bisa dibilang istilahnya mangkrak. Namun, kami tidak bisa apa-apa,’’ katanya.

Nasih menuturkan, PCR test kit Unair sudah lama bekerja sama dengan PT Kimia Farma. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) sudah dilakukan pada November 2020. Namun, hingga sekarang, belum ada kelanjutannya. ’’Ya, kami memahami mungkin karena kesibukan masing-masing. Dan, fokus pemerintah saat ini masih pada vaksin dan lain-lain,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, PCR test kit Unair saat itu berhasil mempercepat hasil PCR yang selama ini cukup lama. Jika biasanya hasil PCR membutuhkan waktu 5–6 jam, inovasi PCR test kit Unair mungkin hanya butuh separo dari waktu biasanya. ’’Dari segi biaya juga jauh lebih murah saat itu,’’ katanya.

Saat ini inovasi tersebut sudah diserahkan ke PT Kimia Farma. Karena itu, Unair hanya menunggu pihak industri untuk menindaklanjuti hasil riset dan inovasi milik Unair. ’’Kami tidak bisa mendesak dan mencari partner lain karena sudah dikerjasamakan di Kimia Farma,’’ katanya.

Selain PCR test kit, Unair juga mengembangkan obat malaria. Salah satu inovasi itu juga sudah lama yang berhasil diciptakan tim peneliti Unair. Bahkan, obat malaria tersebut sudah diuji klinis. Namun, sudah lama tidak ada pengembangan. ’’Karena sekarang obat herbal dialihkan ke PT Indofarma, kami tinggal melanjutkan beberapa tahap,” katanya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : ayu/c12/ai




Close Ads