alexametrics

Usul Pasang Mata Kucing di Titik Rawan Kalianak dan Kenjeran

21 Oktober 2019, 19:51:24 WIB

JawaPos.com – Kecelakaan lalu lintas terus ”menghantui” kawasan Surabaya Utara. Sepanjang 2019 hingga Oktober ini, ada 75 kecelakaan. Berdasar data, kecelakaan paling sering terjadi di Jalan Kalianak dan Jalan Kenjeran.

Dari jumlah tersebut, 4 korban meninggal dan 15 orang mengalami luka-luka. Sisanya mengalami kerugian materiil. ”Kalau dibandingkan dengan 2018, hanya turun sedikit. Yaitu, 1 persen,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Dodik Eko Susanto kemarin (20/10).

Dini hari merupakan waktu paling rawan terjadinya kecelakaan. Kelalaian pengendara menjadi salah satu faktor penyebab utama. Mereka berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.

Kondisi tersebut membuat konsentrasi berkurang. Ditambah lagi, ruas jalan yang lebar dan sepinya arus lalu lintas membuat mereka mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kecelakaan pun tak bisa dihindari. ”Kecelakaan bervariasi. Antara kendaraan roda dua dan roda empat atau sesama jenis kendaraan. Untuk kecelakaan tunggal, angkanya lebih sedikit,” jelasnya.

Kondisi tersebut menuntut pihaknya melakukan upaya pencegahan. Salah satunya, rekayasa lalu lintas dan penambahan personel di titik-titik rawan. Juga dilakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Surabaya untuk menambah sarana dan prasarana lalu lintas pada titik-titik rawan di Surabaya Utara. Khususnya di sepanjang Jalan Kalianak.

Pemasangan mata kucing (roadstud) sangat diperlukan di sisi tengah serta kanan dan kiri jalan. Sebab, mata kucing berfungsi sebagai penanda bagi pengendara. Terutama saat malam dan hujan. Cahaya yang keluar dari mata kucing akan menambah jarak pandang untuk pengendara. Di Jalan Kalianak belum ada. ”Kami rasa saat ini perlu ditambahkan mata kucing. Sebab, kalau memasang kejut jalan, dinilai malah membahayakan,” ucapnya.

Apalagi, Jalan Kalianak merupakan jalan nasional. Kejut jalan tidak diperkenankan dipasang di jalan tersebut. Meski begitu, tutur Dodik, pemasangan mata kucing tidak bisa dipastikan dapat menekan angka kecelakaan. ”Ini upaya pencegahan,” jelasnya.

Kecelakaan di Surabaya Utara*

Pada Jumat sore (25/1), Heribertus Tirensi mengalami kecelakaan di Jalan Kalianak. Korban tewas karena terjepit di antara dua truk.

Pada Sabtu (29/6) pukul 16.45, dengan mengendarai motor nopol L 5063 LD, Rafly Ramadany terserempet truk. Korban tewas di lokasi kejadian.

Pada Minggu (18/8) pukul 07.30, di Jalan Kenjeran, Nur Huda gagal menyalip truk. Dia terjatuh dan terseret truk puluhan meter hingga tewas.

Pada Kamis (17/10) pukul 04.00, motor nopol W 2364 HV yang dikendarai Nur Slamet menabrak truk yang parkir di Jalan Kalianak Timur. Korban pun tewas.

*Diolah dari berbagai sumber

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c20/nor



Close Ads