Lanjutan Frontage Road Sidoarjo, Rencana Merelokasi Masjid dan Makam

21 September 2022, 11:21:12 WIB

JawaPos.com- Proyek pengurai kepadatan lalu lintas berupa pembangunan frontage road (FR) jalur Surabaya-Malang di Sidoarjo terus bergerak. Lahan untuk FR lanjutan pada tahun depan pun telah disiapkan. Total ada 24 bidang lahan yang harus dibebaskan. Termasuk masjid dan makam di Desa Kedungrejo.

Pemkab Sidoarjo sudah menemui dan berdialog dengan warga Desa Kedungrejo terkait dengan pemindahan Masjid Nurul Huda dan makam desa. Jika warga setuju, proses relokasi makam dan masjid bisa dilakukan pada awal tahun depan.

’’Kami sudah siapkan tempat relokasinya, yakni lahan bekas Pasar Kedungrejo. Jika warga Desa Kedungrejo setuju, awal 2023 relokasi dimulai,’’ ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyatakan, pemkab berupaya menyiapkan lahan lebih awal agar tahun depan bisa segera dibangun.

’’Masjid Nurul Huda ini luasnya 768 meter persegi. Terdiri atas masjid dan bangunan untuk taman pendidikan Alquran. Jadi, lahannya cukup kalau direlokasi ke lahan bekas pasar,’’ katanya. Sebab, bekas lahan Pasar Kedungrejo seluas 580 meter persegi.

Dwi menyebutkan, sudah ada lampu hijau dari warga jika dua bangunan itu direlokasi ke bekas Pasar Kedungrejo. ’’Mereka mau direlokasi, tetapi nanti tanah di bekas pasar itu dikeruk dulu karena banyak batunya. Setelah dikeruk, diganti tanah baru, barulah dibangun masjid,’’ katanya.

Nah, untuk makamnya, tidak keseluruhan dibongkar. Hanya yang terdampak lahan untuk FR. ’’Makamnya diperluas saja di sisi timurnya. Sebab, di sisi baratnya makam dipotong karena terimbas proyek FR,’’ katanya. Untung, sisi timur makam sudah masuk lahan bekas Pasar Kedungrejo. Dengan demikian, nanti diperluas ke timur di lahan bekas Pasar Kedungrejo juga.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali membahas rencana relokasi itu dengan warga. Sekaligus membahas desain dan timeline relokasinya. ’’Nanti dibahas lebih lanjut di mana posisi perluasan makam, masjidnya di mana,’’ katanya. Dwi menyebutkan, untuk lahan lainnya, pihaknya mengupayakan percepatan pembebasannya.

Tahun ini BPN akan melakukan pengumuman peta bidang lahan terdampak. Mulai pengukuran, luas, hingga detail bidang lahan. Harapannya, proses administratif bisa tuntas tahun ini dan 2023 bisa mulai dibayar untuk dibebaskan.

Sementara itu, proyek FR sepanjang 3,6 kilometer yang dibangun tahun ini masih tahap pembangunan penahan jalan. Setelah pembangunan penahan jalan selesai semua, berlanjut proses pembangunan fondasi.

’’Kalau pembangunan penahan selesai, saya kira nanti cepat pembangunan fondasinya. Setelah itu, lanjut pemadatan, dielevasi, dan diaspal,’’ katanya. Selain penahan jalan, saat ini pemasangan utilitas baru dimulai.

’’Tiang PLN baru saat ini mulai proses bangun. Setelah terbangun nanti, yang lama dinonaktifkan, dibongkar, dan jaringannya dipindah ke yang baru ini,’’ katanya. Secara umum, dia menilai pembangunan FR tahun ini berjalan sesuai target dan akan tuntas akhir Desember mendatang.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : uzi/c12/any

Saksikan video menarik berikut ini: