alexametrics

Okupansi Hotel di Surabaya Meningkat 40 Persen

21 September 2021, 14:14:17 WIB

JawaPos.com – Kondisi Kota Surabaya perlahan membaik. Amukan virus SARS-CoV-2 berangsur-angsur reda. Pandemi Covid-19 yang terkendali itu mulai diikuti perbaikan sektor perekonomian yang positif.

Salah satunya, sektor perhotelan. Dampak positif dirasakan usaha hotel dengan meningkatnya okupansi. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat okupansi hotel di Surabaya meningkat 35–40 persen. ’’Okupansi hotel sudah meningkat,’’ jelas Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono kepada Jawa Pos Senin (20/9).

Dia mencontohkan, hotel-hotel berbintang mulai sibuk menerima pengunjung. Baik ketika weekday, lebih-lebih saat weekend. Bisa meningkat sampai 45 persen. Kondisi tersebut, ungkap Dwi, diapresiasi positif oleh pelaku usaha hotel. ’’Rasanya kita mulai bisa keluar dari kondisi tertekan akibat pandemi,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, okupansi yang mengalami tren naik dirasakan sejak penerapan PPKM level 3. Sebab, pemerintah mulai memberikan sejumlah kelonggaran.

Misalnya, pembukaan pusat-pusat perbelanjaan atau mal, pertemuan dengan jumlah terbatas, boleh dine in di restoran, hingga pembukaan bioskop. Semua itu berdampak positif terhadap tingkat kunjungan ke hotel.

Tingkat okupansi hotel tersebut diharapkan terus naik. Dalam kondisi membaik seperti ini, masyarakat tidak boleh euforia. Prokes ketat harus tetap diterapkan secara disiplin untuk mencegah penularan Covid-19. ’’Pelaksanaan prokes harus yang utama,’’ imbuh Dwi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/ady

Saksikan video menarik berikut ini: