alexametrics

Krisis Air Tambak Asri Masih Lama, Tunggu Penyambungan Pipa Jaringan

21 September 2019, 15:15:39 WIB

JawaPos.com – Warga Tambak Asri Gang Kembang Turi, tampaknya, masih akan lama lagi ngangsu pagi–sore untuk mendapatkan air bersih. Sebab, dari hasil pemantauan PDAM, hanya ada satu opsi, yakni menyambung pipa jaringan untuk mengatasi masalah tersebut. Tentu, itu membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Padahal, warga sudah mengeluh lama. Misalnya, diucapkan Fitria kemarin. Warga Tambak Asri Gang Kembang Turi III tersebut harus bergantian mendapat pasokan air bersih dengan warga lain. Caranya, membuat slang sambungan dari Gang Dahlia. Dia menyebutnya nyelang.

”Sebab, pipa yang menuju gang kami terlalu tinggi jika dibandingkan dengan gang sebelah mungkin,” kata Fitria menduga Setiap kali nyelang, air juga belum tentu bisa mengalir dengan deras. Air slang yang mengalir ke rumah Fitria kemarin hanya mengalir kecil. Dalam waktu sejam, air tidak cukup untuk memenuhi tandon yang dimiliki Fitria. Setiap hari paling tidak Fitria harus nyelang air itu selama sejam dan membayar Rp 15 ribu.

Uang yang dikeluarkan Fitria tersebut jauh lebih besar daripada saat air PDAM bisa mengalir. Jika air tidak mati, untuk keperluan air bersih, dia cukup mengeluarkan Rp 12 ribu sampai Rp 20 ribu setiap bulan. Uang itu dibayarkan ke PDAM.

Ponilah juga tidak kalah sambat kemarin. Perempuan 66 tahun tersebut harus nyelang setiap hari untuk kebutuhan air bersih dari Gang Dahlia. Apalagi matinya aliran PDAM di rumahnya terjadi sejak dua bulan terakhir. ”Kalau air slangnya kecil, kadang ya ngangsu juga. Tapi, cucu saya yang berangkat. Saya nggak kuat,” katanya.

Selain nyelang untuk mendapat pasokan air bersih, banyak warga yang memilih untuk ngangsu. Mereka biasa membeli satu jeriken air yang berukuran 20 liter seharga Rp 500. ”Itu rutin kami lakukan setelah salat Subuh dan sore sepulang kerja,” katan Rofi’i, warga lain. Menurut dia, matinya air di Gang Kembang Turi itu juga berbeda-beda. Ada yang sebulan, bahkan ada yang dua bulan.

Sementara itu, pihak PDAM sudah meninjau Tambak Asri Gang Kembang Turi kemarin. Direktur Pelayanan PDAM Anizar Firmadi bersama rombongan bermusyawarah dengan warga sepulang salat Jumat di masjid setempat. Di sana Anizar menanyakan permasalahan krisis air bersih yang dihadapi warga belakangan ini.

Ada satu opsi perbaikan yang akan dilakukan PDAM. Setelah bermusyawarah di masjid, rombongan petugas PDAM bersama warga berkeliling kampung untuk melakukan pengecekan. Warga menyarankan adanya penyambungan pipa jaringan yang perlu diatur ulang. Misalnya, Gang Tambak Dalem itu. ”Setelah tahu permasalahannya, kami buatkan ring antargang nanti. Ring itu untuk membuat sambungan,” kata Anizar.

Manajer Humas PDAM Adi Nugroho menegaskan, penyambungan pipa jaringan tersebut tidak langsung bisa dilakukan kemarin. Pihak PDAM masih akan mengundang tokoh masyarakat setempat. ”Pak RW belum bisa mutusi,” kata Adi. Rencananya, musyawarah tersebut dilakukan hari ini. Jika sudah fix, nanti pipa yang menuju Gang Kembang Turi dikoneksikan dengan pipa yang aliran airnya lebih lancar.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yon/c12/ano



Close Ads