alexametrics

Gubernur Khofifah Larang Pendirian Sentra Penjualan Ternak Insidental

21 Juni 2022, 16:15:26 WIB

JawaPos.com – Satu kebijakan lagi diluncurkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk mengantisipasi persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jatim. Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Orang nomor satu di Jatim itu menginstruksikan seluruh kabupaten/kota untuk mendirikan sentra khusus penjualan hewan kurban. Tak boleh ada tempat penjualan liar/insidental. ”Dan, sentra-sentra tersebut tidak boleh dibangun asal-asalan,” kata Khofifah kemarin (20/6).

Dia sudah meminta seluruh pemerintah daerah agar semua sentra penjualan hewan ternak itu memiliki semua fasilitas pencegahan yang dibutuhkan. Misalnya, menyediakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) atau sertifikat veteriner (SV) yang menyatakan ternak sehat. Semua kepala daerah juga diminta menyiagakan tenaga kesehatan hewan di setiap sentra penjualan untuk memantau kondisi hewan ternak.

Kemarin, tokoh yang juga ketua PP Muslimat NU itu mendatangi sejumlah sentra peternakan di wilayah Jatim. Salah satunya adalah sentra ternak di Jalan Raya Nganjuk–Kediri, Nganjuk.

Sementara itu, terkait dengan rencana vaksinasi, pemprov sudah menerima kiriman vaksin PMK tahap awal. Sebanyak 1.000 dosis sudah didistribusikan ke dua daerah yang menjadi prioritas. Yakni, Sidoarjo dan Pasuruan. Di fase awal, penyuntikan diprioritaskan pada ternak bibit dan sapi perah.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim drh Iswahyudi menuturkan, pemprov masih menunggu lanjutan distribusi vaksin dari pusat. Sesuai dengan rencana, ada 350 ribu dosis vaksin yang datang pekan ini. ”Kalau sudah datang, nanti bisa digelar vaksinasi serentak,” kata Iswahyudi.

Dia menyebutkan, saat ini 2.500 petugas kesehatan hewan di Jatim sudah disiagakan. Lokasinya tersebar di seluruh kabupaten/kota. Mereka bakal diandalkan untuk melakukan vaksinasi.

Saat ini, kata Iswahyudi, vaksinasi diadakan bertahap. Petugas mendatangi satu per satu kandang ternak. Upaya itu dilakukan karena stok vaksin belum tercukupi. ”Setelah vaksin datang, semua sapi jenis apa pun akan disuntik,” ujar Iswahyudi.

Pemerintah sudah menentukan tahapan vaksinasi. Vaksin diberikan sebanyak tiga kali. Tahap pertama dilakukan mulai saat ini. Kemudian, tahap kedua berjalan setelah empat atau enam minggu pascavaksinasi dosis pertama. Vaksin tahap ketiga akan diberikan setelah enam bulan setelah vaksinasi dosis kedua.

Sapi Terpapar PMK, Garam Asam Bisa Dicoba

SETELAH merebaknya wabah PMK, ada begitu banyak cara yang dilakukan peternak untuk menyembuhkan hewan peliharaannya dari penyakit tersebut. Selain itu, para praktisi mencari cara baru agar wabah tersebut bisa diatasi. Sejumlah penelitian pun muncul.

Sebagaimana di Banyuwangi. Saat ini di sana mulai dicoba metode penyembuhan PMK yang cukup sederhana. Yakni, menggunakan garam asam serta obat-obatan berbahan herbal. Metode itu diklaim cukup berhasil.

Adalah drh Artha Guntur, ahli kesehatan hewan di wilayah Kecamatan Bangorejo, yang membeberkan metode penyembuhan itu. ’’Persebaran virus sangat cepat dan mudah. Pemilik hewan ternak harus telaten,’’ katanya.

Dia menyebutkan, asam garam efektif untuk mengobati PMK. Caranya sederhana, asam garam itu dicampur dengan air. Lalu, disemprotkan ke mulut hewan ternak yang terpapar. ’’Semprotkan rutin tiga kali sehari sampai sembuh,’’ jelas Guntur.

Sementara itu, untuk mengembalikan nafsu makan hewan yang terpapar PMK, metode yang layak dicoba adalah menggunakan air perasan kunir yang dicampur dengan gula merah, lalu diminumkan pada sapi yang terkena PMK.

Guntur mengklaim metode itu cukup berhasil di Bangorejo. Di antara 28 sapi yang terpapar PMK, saat ini 11 ekor sudah sembuh. ’’Selama peternak sapi telaten dan sabar mengurus sapi yang kena PMK dengan beberapa cara itu, bisa dipastikan sembuh,’’ ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/mg5/abi/c14/ris

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads