alexametrics

Tidak Peduli Bagaimana Mafia Tanah, Seberapa Kuatnya Harus Diberantas

Oleh: HARIYANTYO, SH, MHUM
21 Juni 2021, 14:25:29 WIB

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya mendukung penuh program prioritas pemberantasan praktik mafia tanah oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Kami sebagai advokat mengapresiasi komitmen Polda Jatim untuk melindungi kepentingan masyarakat.

MAFIA tanah tidak peduli bagaimana mereka, seberapa kuatnya harus diberantas. Hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya. Sebab, kami sebagai advokat sering menemukan mafia tanah yang menggunakan peran pihak ketiga untuk mengeklaim tanah orang lain.

Pihak itu sebenarnya tidak punya hak sama sekali atas tanah tersebut. Tahu-tahu sudah ada surat-suratnya. Yang mengatur semua mafia tanah dengan berkedok melindungi masyarakat kecil.

Pihak ketiga itu juga orang dengan ekonomi rendah yang dimanfaatkan mafia. Pihak itu dibayar dan segala macamnya dipenuhi untuk mengeklaim seolah-seolah sebagai pemilik tanah.

Mafia berkedok melindungi masyarakat kecil. Mereka tidak langsung mencaplok tanah. Tapi, menciptakan sengketa antara pihak ketiga dan pemilik tanah yang sebenarnya.

Modusnya tidak semua sama. Ada yang langsung mencaplok tanah orang lain dengan berpura-pura sebagai pengembang properti. Mereka mengaku mengantongi izin, sudah membeli lahan tersebut, dan mengusir pemilik tanah dengan dalih pembebasan lahan. Rata-rata pengembang nakal yang keberadaannya diragukan. Pengembang resmi yang sudah ternama tidak akan bermain seperti ini.

Ada juga yang menggandakan bukti kepemilikan tanah. Sertifikatnya asli, tapi palsu. Namanya mirip dengan nama pemilik aslinya. Harus jeli memeriksanya dan dirunut dari awal. Peran kelurahan dalam pencatatan tanah sangat penting walaupun tidak bisa dijadikan patokan. Minimal sebagai pintu masuk untuk menguak sengketa tanah. Satu kasus dengan kasus lain berbeda. Mafia bisa masuk ke semua kasus itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/eko

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads