alexametrics

Didemo Warga Madura, Wali Kota Surabaya Sedih Disebut Diskriminasi

21 Juni 2021, 17:45:12 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku sedih disebut melakukan diskriminasi kepada warga Madura. Hal itu diungkapkan di depan demonstran yang menuntut penyekatan dan tes swab di Jembatan Suramadu dihentikan, pada Senin (21/6).

Eri menemui massa aksi pada pukul 13.30, setelah massa berdiri di depan Balai Kota Surabaya sejak pukul 12.00. Eri terlebih dahulu menyapa mereka dengan membaca salawat. Kemudian bercerita tentang kesedihan hatinya.

Iki atiku (ini hatiku) bingung dan sedih. Soalnya orang tua saya, kakek saya dari Bangkalan. Itu saudara saya. Ini yang bikin saya sedih kalau dibilang diskriminasi. Penyekatan dan swab itu bukan kebijakan wali kota. Saya hanya menjalankan perintah forkopimda,” kata Eri.

Dia menjelaskan, bersama Bupati Bangkalan sama-sama menjalankan tugas. Dia mengaku baru saja melakukan koordinasi dengan forkopimda terkait tuntutan demonstran.

”Saya jalankan. Kalau kami, keluar SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) dari Madura dan Surabaya yang berlaku 7 hari, itu yang disampaikan kapolri dalam rapat forkopimda. Saya sampaikan terkait penghapusan swab antigen dan seterusnya,” tegas Eri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads