alexametrics

Target PSBB Jilid II Tak Tercapai, Waru Idealnya Lockdown Total

21 Mei 2020, 16:48:57 WIB

JawaPos.com – ”Percuma kami teriak-teriak lantang, tapi warga tidak sadar. Hasilnya nol,” tegas Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, menyampaikan pengamatan selama PSBB tahap II di Kecamatan Waru.

Sumardji terlihat kesal. Sebab, persebaran virus korona di Waru bukannya melandai, tetapi justru terus bertambah. Data posko penanganan Covid-19 menyebutkan, warga yang positif terpapar korona sudah 74 orang.

Perhatian Sumardji mengarah di dua desa. Yaitu, Waru dan Pepelegi. Hingga kini, di desa Waru tercatat 21 orang positif Covid-19. Urutan kedua diduduki Pepelegi dengan 9 orang terkonfirmasi.

”Saya ingin intervensi khusus di Waru,” tegasnya kemarin.

Ada tiga catatan penting yang disampaikan Sumardji. Pertama berkaitan dengan warga yang melintas di checkpoint. Pemkab sudah mengeluarkan aturan. Yang melintas harus dilengkapi surat izin RT dan RW.

Di Waru, dia masih melihat warga keluyuran. Keluar kampung. Padahal, di Desa Waru, khususnya RW 12, tak sedikit yang terjangkit Covid-19. ”Pak RT dan RW jangan terlalu mudah mengeluarkan surat kuning (keterangan RT/RW),” paparnya.

Surat keterangan, imbuh dia, hanya diperuntukkan warga yang benar-benar sehat. Dibuktikan dengan hasil rapid test yang sudah dilakukan di Desa Waru. Tanpa bukti itu, warga tak boleh keluar rumah. RT/RW harus tegas. ”Memang pahit, tapi aturan harus ditegakkan,” tuturnya.

Kedua, dia menyoroti keselamatan petugas checkpoint. Baik di akses utama maupun di desa. Pemkab harus mencukupi kelengkapan baju hazmat, sarung tangan, thermogun, serta masker dan kacamata. Sebab, sudah ada polisi yang menjadi korban. Saat bertugas tidak mengenakan sarung tangan. Akhirnya terinfeksi Covid-19. Selang empat hari meninggal.

Ketiga, pemkab diminta mencukupi daerah yang masuk zona merah. Dia mencontohkan Desa Waru. Ketika ditetapkan menjadi zona merah dalam pengawasan khusus, TNI dan Polri segera bergerak. Mendirikan sentra pangan tangguh. Tujuannya, mencukupi kebutuhan pokok warga. ”Pemkab kami minta ikut membantu,” jelasnya.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, pengawasan di Waru harus diperketat. Terutama Desa Waru. ”Kalau menurut saya, lockdown total. Bahasa lainnya pengawasan ketat,” jelasnya.

Seluruh akses menuju Desa Waru ditutup. Misalnya, Jalan tembusan dari Kureksari, Tropodo, dan Perumahan Delta Sari. Hanya jalan utama yang dibuka. Itu pun hanya untuk warga yang sehat. ”Seluruh kegiatan warga ditunda dulu. Musala dan masjid kami imbau tak ada kegiatan,” paparnya.

Cak Nur meminta peran aktif kepala desa dan lurah. Pimpinan wilayah harus berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas dan babinsa. Untuk mendapatkan data warga yang terpapar korona. ”Mulai data ODP, PDP, sampai yang terkonfirmasi,” jelasnya.

Cak Nur berharap relawan desa dan petugas keamanan bahu-membahu. Menjaga checkpoint. Selain itu, menggelar rapid test sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, bisa diketahui warga yang terpapar korona. ”Penanganan tepat sasaran,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan drg Syaf Satriawarman memaparkan evaluasi PSBB jilid kedua. Hasilnya tidak sesuai target. ”Selama delapan hari, kasus yang terkonfirmasi bertambah 112 orang,” jelasnya. Padahal, sebelumnya, pemkab menargetkan menekan korona. Persebaran virus tersebut tak boleh melebihi angka 50 orang yang terkonfirmasi. ”Penambahan itu berasal dari hasil swab (uji usap) yang baru turun,” jelasnya. Selain itu, masih banyak warga yang berkerumun. Terutama di wilayah perbatasan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/may/c10/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads